Air limpasan tambang nikel berpotensi mengandung ion Ni²? yang dapat mencemari lingkungan sehingga diperlukan metode pengolahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyisihan Ni²? pada sistem fixed-bed column menggunakan clay dan kuarsa teraktivasi serta menganalisis pengaruh laju alir, rasio tinggi bed terhadap diameter kolom, dan komposisi media terhadap kinerja kolom. Aktivasi dilakukan secara fisik melalui pemanasan dan karakterisasi material menggunakan Scanning Electron Microscope–Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM–EDS). Pengujian dilakukan secara kontinu menggunakan larutan Ni²? artifisial dengan variasi laju alir 10 dan 20 mL/menit, rasio tinggi bed terhadap diameter kolom 0,25 dan 0,50, serta komposisi kuarsa 100%, clay 25%–kuarsa 75%, dan clay 50%–kuarsa 50%. Kinerja kolom dievaluasi berdasarkan kurva breakthrough, waktu breakthrough, efisiensi penyisihan, dan kapasitas adsorpsi dinamis serta dimodelkan menggunakan Thomas, Yoon–Nelson, dan Adams–Bohart. Hasil karakterisasi menunjukkan perubahan morfologi permukaan clay dan kuarsa setelah aktivasi, sedangkan unsur utama penyusunnya relatif tetap. Laju alir yang lebih rendah dan rasio tinggi bed terhadap diameter kolom yang lebih besar cenderung menghasilkan breakthrough yang lebih lambat dan mempertahankan efisiensi penyisihan lebih baik. Komposisi clay 50%–kuarsa 50% menunjukkan kinerja terbaik pada rasio tinggi bed terhadap diameter kolom 0,50 dan laju alir 10 mL/menit, dengan efisiensi penyisihan rata-rata 59,69% dan waktu breakthrough 3,56 jam. Model Thomas memberikan kesesuaian terbaik dengan nilai R² sebesar 0,8142, dibandingkan Yoon–Nelson dan Adams–Bohart yang masing-masing sebesar 0,6266 pada kondisi operasi yang dianalisis.
Perpustakaan Digital ITB