Timbal (Pb) merupakan logam berat toksik dan persisten yang dapat terakumulasi pada tanah pertanian dan masuk ke tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsentrasi Pb tanah dan daun selada serta pH tanah pada tiga area pertanian di Desa Cikole, menganalisis perbedaan konsentrasi antarlokasi, mengevaluasi hubungan Pb tanah dengan Pb daun serta keterkaitan pH dengan Pb daun, dan mengestimasi potensi risiko kesehatan melalui konsumsi selada pada kelompok dewasa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada lahan miring, lahan relatif datar, dan lahan dekat jalan, dengan total 30 pasangan sampel tanah–daun. Pb dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry dengan sistem graphite furnace, sedangkan analisis statistik menggunakan Kruskal-Wallis dan korelasi Spearman. Pajanan pada 50 responden dewasa diestimasi menggunakan Estimated Daily Intake (EDI) dan dikarakterisasi dengan Margin of Exposure (MOE). pH tanah berkisar 5,8–6,9. Konsentrasi Pb tanah sebesar 0,83–285,14 mg/kg berat kering. Seluruh sampel berada di bawah acuan nasional 300 mg/kg, sedangkan empat sampel (13,33%) melampaui pedoman CCME 70 mg/kg dan seluruhnya berasal dari lahan dekat jalan. Konsentrasi Pb tanah tidak berbeda signifikan antarlokasi (p = 0,302). Konsentrasi Pb daun sebesar 0,0235–0,2284 mg/kg berat kering atau 0,0014–0,0137 mg/kg berat segar, dan seluruh sampel berada di bawah batas maksimum 0,2 mg/kg berat segar. Konsentrasi Pb daun menunjukkan perbedaan antarlokasi berdasarkan uji Kruskal–Wallis (p = 0,043), tetapi tidak terdapat pasangan lokasi yang berbeda signifikan setelah koreksi Bonferroni. Hubungan Pb tanah–Pb daun lemah dan tidak signifikan (???????? = 0,300;???? = 0,108), demikian pula keterkaitan pH–Pb daun (???????? = ?0,056;???? = 0,769). EDI maksimum sebesar 0,007477 µg/kg BB/hari, sedangkan MOE minimum sebesar 84,26 untuk efek ginjal dan 200,63 untuk efek kardiovaskular. Seluruh MOE berada di atas nilai interpretatif 10. Hasil menunjukkan bahwa Pb daun tidak dapat dijelaskan hanya oleh Pb tanah atau pH, dan estimasi pajanan melalui konsumsi selada memiliki margin relatif besar terhadap reference point yang digunakan. Kesimpulan ini hanya berlaku untuk jalur konsumsi selada dan tidak merepresentasikan total pajanan Pb.
Perpustakaan Digital ITB