Waduk Cirata merupakan salah satu waduk terbesar di Jawa Barat yang menerima
beban antropogenik kompleks dari aliran Sungai Citarum seperti aktivitas Keramba
Jaring Apung (KJA). Fitoplankton sebagai produsen primer dan bioindikator
sensitif berperan penting dalam menggambarkan kondisi kualitas perairan.
Penelitian ini bertujuan menentukan kelimpahan fitoplankton, mengkarakterisasi
parameter kualitas air, dan menganalisis kaitan antara keduanya. Pengambilan
sampel dilakukan pada enam titik dengan variasi kedalaman 0 (permukaan), 5, dan
10 meter menggunakan metode purposive sampling. Fitoplankton dicacah dengan
Sedgewick-Rafter Counting Chamber, sedangkan parameter fisik-kimia diukur
secara in-situ dan ex-situ, kemudian hubungan antar variabel dianalisis melalui
regresi linear. Hasil mengidentifikasi 26 genus fitoplankton dari empat kelas
dengan Microcystis sp. sebagai genus paling dominan. Kelimpahan pada seluruh
titik melampaui 15.000 sel/L sehingga perairan tergolong eutrofik. Indeks kualitas
air (IKA) berdasarkan metode indeks pencemaran (IP) dikategorikan tercemar
ringan akibat parameter TSS, COD, dan ortofosfat yang melampaui baku mutu.
Total Suspended Solid (TSS) merupakan faktor pembatas utama kelimpahan
fitoplankton dengan kontribusi 63,11% dan korelasi 79,44%, menunjukkan bahwa
keterbatasan penetrasi cahaya lebih menentukan produktivitas primer dibandingkan
ketersediaan nutrien pada kondisi eutrofik kronis.
Perpustakaan Digital ITB