digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Waduk Cirata merupakan salah satu waduk terbesar di Jawa Barat yang menerima beban antropogenik kompleks dari aliran Sungai Citarum seperti aktivitas Keramba Jaring Apung (KJA). Fitoplankton sebagai produsen primer dan bioindikator sensitif berperan penting dalam menggambarkan kondisi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan menentukan kelimpahan fitoplankton, mengkarakterisasi parameter kualitas air, dan menganalisis kaitan antara keduanya. Pengambilan sampel dilakukan pada enam titik dengan variasi kedalaman 0 (permukaan), 5, dan 10 meter menggunakan metode purposive sampling. Fitoplankton dicacah dengan Sedgewick-Rafter Counting Chamber, sedangkan parameter fisik-kimia diukur secara in-situ dan ex-situ, kemudian hubungan antar variabel dianalisis melalui regresi linear. Hasil mengidentifikasi 26 genus fitoplankton dari empat kelas dengan Microcystis sp. sebagai genus paling dominan. Kelimpahan pada seluruh titik melampaui 15.000 sel/L sehingga perairan tergolong eutrofik. Indeks kualitas air (IKA) berdasarkan metode indeks pencemaran (IP) dikategorikan tercemar ringan akibat parameter TSS, COD, dan ortofosfat yang melampaui baku mutu. Total Suspended Solid (TSS) merupakan faktor pembatas utama kelimpahan fitoplankton dengan kontribusi 63,11% dan korelasi 79,44%, menunjukkan bahwa keterbatasan penetrasi cahaya lebih menentukan produktivitas primer dibandingkan ketersediaan nutrien pada kondisi eutrofik kronis.