Salah satu pendorong utama kinerja di sektor perbankan adalah keterikatan karyawan (employee engagement). Namun, mempertahankan tingkat keterikatan yang tinggi tetap menjadi tantangan di Tengah lingkungan kerja yang penuh tekanan dan adanya ketidakselarasan nilai. Penelitian ini membahas hubungan antara kesadaran dir (self-awareness) yang dikategorikan ke dal refleksi diri (selfreflection) dan wawasan diri (insight) dengan keterikatan karyawan di kalangan pegawai perbankan di Indonesia. Data dikumpulkan melalui survey daring terhadap 179 karyawan dari bank konvensional, syariah, dan digital. Model penelitian dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda dan ANOVA Satu Arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran diri memiliki hubungan positif yang signifikan dengan keterikatan karyawan, dengan kontribusi pengaruh sebesar 54,9%. Refleksi diri muncul sebagai predictor yang paling dominan. Selain itu, karyawan bank digital menunjukkan skor keterikatan dan wawasan diri yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan di bank konvensional. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan megukur peran kejelasan psikologis internal sebagai mekanisme koping dalam lingkungan keuangan yang bertekanan tinggi, serta memberikan rekomendasi praktis bagi praktisi SDM untuk mengintegrasikan praktik reflektif ke dalam pengembangan modal manusia
Perpustakaan Digital ITB