Stagnasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% mencerminkan gejala
diskoneksi antara intermediasi keuangan dan transformasi industri, di mana
ekspansi kredit belum secara memadai dialokasikan ke sektor-sektor produktif
yang mendukung kerangka pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tesis ini mengkaji
apakah peningkatan kredit bank kepada industri hilirisasi dapat mendukung
transformasi struktural sekaligus tetap menjaga ketahanan keuangan perbankan.
Dengan menggunakan data kuartalan bank-bank milik negara (HIMBARA)
periode 2010–2025, studi ini menerapkan regresi panel threshold untuk
mengidentifikasi pengaruh non-linear pertumbuhan kredit hilirisasi terhadap
profitabilitas bank (ROA, ROE, NIM), risiko kredit (NPL), dan konsentrasi kredit
(HHI). Untuk menilai dampak secara makro, studi ini mengembangkan model
Financial Computable General Equilibrium (FCGE), yaitu AMELIA-F 2.0, yang
mengintegrasikan intermediasi keuangan dengan kondisi ekonomi riil. Hasil
ekonometrika menunjukkan bahwa bank-bank HIMBARA masih memiliki
kapasitas moderat untuk memperluas kredit kepada industri hilirisasi, dengan
ambang batas profitabilitas sekitar 29% pertumbuhan kredit tahunan, atau
sekitar Rp54 triliun sebelum secara signifikan menyebabkan penurunan
profitabilitas (tahun basis 2025). Namun demikian, ambang batas indikatif yang
lebih rendah muncul dari risiko kredit dan risiko konsentrasi, sehingga
menunjukkan bahwa ambang batas prudensial dapat diamati lebih awal dan
perlu berfungsi sebagai indikator peringatan dini. Simulasi FCGE lebih lanjut
menunjukkan bahwa ekspansi kredit semata hanya menghasilkan kenaikan
pertumbuhan yang bersifat sementara dan dapat menimbulkan crowding-out
secara sektoral, sedangkan ekspansi kredit yang disertai peningkatan
produktivitas menghasilkan dampak ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,
termasuk peningkatan investasi, penguatan struktur ekonomi berbasis
manufaktur, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan PDB jangka panjang
yang mendekati 6%. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan kredit terarah
dapat mendukung agenda hilirisasi Indonesia apabila diterapkan dengan praktik
kehati-hatian perbankan dan dilengkapi dengan kebijakan industri yang
mendorong peningkatan produktivitas.
Perpustakaan Digital ITB