Sektor UMKM kuliner di Bandung menghadapi persaingan ketat, sehingga
menuntut manajemen modal manusia yang efektif. Cuankie XX mengalami kendala
operasional pada divisi pemasaran akibat praktik manajemen yang masih informal
dan reaktif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi terkini serta
merumuskan strategi perbaikan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Asumsi
dasarnya adalah formalisasi sistem akan menciptakan stabilitas bisnis.
Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data
primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pemilik dan staf, lalu
dianalisis menggunakan kerangka kerja Bassi & McMurrer yang mengevaluasi
lima penggerak utama: Kepemimpinan, Keterlibatan Karyawan, Aksesibilitas
Pengetahuan, Optimalisasi Tenaga Kerja, dan Kapasitas Pembelajaran.
Hasil menunjukkan kesenjangan signifikan, seperti ketiadaan KPI terukur,
pembagian tugas tumpang tindih, dan kontrak kerja jangka pendek yang memicu
perputaran karyawan tinggi. Solusi bisnis yang diusulkan meliputi pelaksanaan
analisis jabatan, penyusunan SOP tertulis, penetapan KPI berbasis SMART, serta
pengembangan program pelatihan. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan
model desain sistem manajemen praktis yang disesuaikan dengan keterbatasan
sumber daya UMKM guna memastikan daya saing jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB