digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sektor UMKM kuliner di Bandung menghadapi persaingan ketat, sehingga menuntut manajemen modal manusia yang efektif. Cuankie XX mengalami kendala operasional pada divisi pemasaran akibat praktik manajemen yang masih informal dan reaktif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi terkini serta merumuskan strategi perbaikan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Asumsi dasarnya adalah formalisasi sistem akan menciptakan stabilitas bisnis. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pemilik dan staf, lalu dianalisis menggunakan kerangka kerja Bassi & McMurrer yang mengevaluasi lima penggerak utama: Kepemimpinan, Keterlibatan Karyawan, Aksesibilitas Pengetahuan, Optimalisasi Tenaga Kerja, dan Kapasitas Pembelajaran. Hasil menunjukkan kesenjangan signifikan, seperti ketiadaan KPI terukur, pembagian tugas tumpang tindih, dan kontrak kerja jangka pendek yang memicu perputaran karyawan tinggi. Solusi bisnis yang diusulkan meliputi pelaksanaan analisis jabatan, penyusunan SOP tertulis, penetapan KPI berbasis SMART, serta pengembangan program pelatihan. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan model desain sistem manajemen praktis yang disesuaikan dengan keterbatasan sumber daya UMKM guna memastikan daya saing jangka panjang.