Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, industri perbankan Indonesia memasuki fase persaingan baru dalam ranah digital banking melalui aplikasi super mobile banking. Sebagai salah satu institusi keuangan regional terkemuka, Western Bank (bukan merupakan nama asli) meluncurkan aplikasi super mobile banking dengan capaian jumlah pengguna aktif yang menjanjikan di tahun pertama. Namun demikian, di balik potensi tersebut, terdapat sejumlah ulasan negatif dari pengguna yang tersebar di platform publik, yang sebagian besar menyoroti aspek kendala jaringan sistem serta proses transisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor perilaku yang memengaruhi niat penggunaan dan keberlanjutan penggunaan aplikasi super mobile banking Western Bank. Studi ini mengadopsi perluasan model penerimaan teknologi untuk mengidentifikasi determinan adopsi dan keberlanjutan penggunaan, dengan meliputi konstruk utama model penerimaan teknologi yang dilengkapi dengan persepsi kepercayaan, persepsi risiko, dan norma subjektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 270 responden melaui kuesioner terstruktur, serta dianalisis menggunakan metode pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial. Hasil penelitian menunjukan bahwa konstruk perilaku seperti persepsi kegunaan, evaluasi keseluruhan pengguna, pengaruh sosial, dan persepsi risiko memiliki peran penting dalam membentuk keputusan adopsi serta keberlanjutan penggunaan mobile banking Western Bank. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyediakan rekomendasi strategis untuk meningkatkan penggunaan dan retensi jangka panjang, antara lain melalui penguatan fitur finansial, peningkatan pengalaman pengguna yang positif, pemanfaatan pengaruh sosial, penguatan aspek keamanan, serta optimalisasi proses onboarding.
Perpustakaan Digital ITB