Ketidakakuratan data satelit altimetri di wilayah pesisir dipengaruhi oleh beberapa faktor, di
antaranya ketidakakuratan model koreksi geofisis dan kondisi waveform yang korup (non teoretis).
Penelitian ini melakukan peningkatan akurasi data altimetri dengan melakukan retracking, yang
mengkaji waveform non-teoretis untuk memperoleh epoch pengamatan teoretis. Penelitian ini
menggunakan data satelit altimetri Cryosat-2 PLRM di Laut Arafura. Dalam penelitian ini
diusulkan dan dibuat metode retracking baru: Self-Retracking, dengan pendekatan yang
berbasiskan model waveform dari hasil penapisan Butterworth terhadap waveform orisinalnya.
Hasil pengujian dengan metode retracking lainnya menunjukan bahwa Self-Retracking dan Beta-
5 Parameter Linear mampu mengungguli akurasi data L1b dan level akhir Cryosat-2 (L2), dengan
peningkatan akurasi sebesar 75% dan 81,3% dari data L1b, serta 41,95% dan 56,73% dari L2
OCOG, dan 9,5% dan 32,3% dari L2 MLE4. Dengan tingkat keberhasilan dan peningkatan akurasi
dibandingkan metode retracking lainnya, Self-Retracking dinilai sebagai metode yang optimal.
Perpustakaan Digital ITB