Akurasi estimasi penjualan memiliki peran krusial dalam menjamin efisiensi operasional, optimalisasi persediaan, dan reliabilitas pada industri berbasis komoditas dan logistik yang intensif. ABC Cocoa mengalami tantangan yang berkelanjutan dalam mendapatkan akurasi estimasi yang dapat diandalkan, hal ini mengakibatkan seringnya penjadwalan ulang, perubahan jadwal pengiriman, serta ketidakselarasan antar fungsi di internal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi akurasi peramalan penjualan di ABC Cocoa, mencari solusi untuk mengatasi akar penyebab permasalahan serta mencegah berulangnya masalah ini, dan menentukan Teknik estimasi yang paling sesuai bagi perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan kerangka Lean Six Sigma DMAIC (Define – Measure – Analyze – Improve – Control) guna merancang proses peramalan yang paling kompatibel untuk diterapkan di ABC Cocoa.
Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan data historis periode Januari 2024 hingga Desember 2025 untuk mengukur kinerja awal dari proses peramalan yang digunakan saat ini dengan menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Forecast Bias, dan Root Mean Square Error (RMSE). Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan kunci yang terlibat dalam proses estimasi, yang mencakup fungsi Sales, Sales & Operations, PPIC, dan Shipping.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa ketidakakuratan estimasi di ABC Cocoa terutama disebabkan oleh lemahnya tata kelola dalam proses estimasi, kurangnya integrasi kelayakan eksekusi, tidak adanya stabilitas peramalan, serta integrasi penilaian ahli (expert judgment) yang tidak terstruktur. Penelitian ini mengusulkan suatu kerangka perbaikan yang terdiri dari empat alur utama, yaitu stabilisasi tata kelola peramalan, integrasi kelayakan, peningkatan estimasi kuantitatif, serta integrasi penilaian ahli secara terstruktur melalui Expert Knowledge Elicitation (EKE). Selanjutnya, mekanisme pengendalian diterapkan melalui penyusunan SOP, penetapan struktur RACI yang jelas, pemantauan KPI, serta siklus tinjauan berkala untuk memastikan keberlanjutan perbaikan.
Perpustakaan Digital ITB