digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Wana Wisata Ranca Upas merupakan kawasan hutan lindung yang menyediakan manfaat jasa wisata alam. Pemanfaatan jasa wisata alam yang bersifat intangible ini rentan mengalami underpricing serta berisiko memicu kerusakan lingkungan jika jumlah kunjungan melebihi kapasitas ekologisnya. Kapasitas fisik suatu kawasan wisata alam memiliki keterbatasan berdasarkan kemampuan daya dukungnya. Pada Ranca Upas, perencanaan pengelolaan kawasan belum didasari perencanaan berbasis daya dukung untuk setiap daya tarik objek wisata yang terindikasi dari kondisi overcapacity. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi biofisik, menganalisis karakteristik wisatawan, menghitung daya dukung per spot daya tarik objek wisata, dan mengestimasi nilai ekonomi jasa wisata alam di Wana Wisata Ranca Upas. Metode yang digunakan meliputi analisis daya dukung Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), dan Effective Carrying Capacity (ECC), serta pendekatan Individual Travel Cost Method (ITCM) dengan regresi linier berganda. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner terhadap 100 responden pengunjung. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kondisi biofisik kawasan memiliki curah hujan tertinggi pada bulan Mei, jenis tanah andosol, dan jenis vegetasi hutan pegunungan bawah seperti puspa (Schima wallichii) dan rasamala (Altingia excelsa). Karakteristik mayoritas pengunjung adalah laki-laki berusia 17 sampai 24 tahun, berasal dari Jawa Barat, berpendidikan terakhir diploma atau sarjana, bekerja sebagai karyawan swasta, berpendapatan lebih dari Rp6.000.000 v per bulan, belum menikah, dan tidak memiliki tanggungan keluarga.. Analisis daya dukung kawasan menghasilkan nilai PCC sebesar 27.630 kunjungan/hari, RCC sebesar 3.876 kunjungan/hari, dan batas ideal ECC sebesar 2.779 kunjungan/hari. Berdasarkan fungsi permintaan ITCM, diperoleh surplus konsumen sebesar Rp442.866,80. Nilai ekonomi jasa wisata alam secara aktual pada tahun 2025 adalah Rp172.644.978.978. Jika dioptimalkan sesuai dengan daya dukung efektifnya, nilai ekonomi kawasan ini dapat mencapai Rp443.063.823.007 per tahun.