digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nuha Hanina Arkan
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) memiliki variasi tipe tutupan lahan akibat sejarah pengelolaan dan tekanan antropogenik, sehingga memerlukan identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi secara terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik ekologi vegetasi, mengidentifikasi indikasi Nilai Konservasi Tinggi (NKT 1.1 dan NKT 1.2), serta memetakan sebaran spasialnya di TBMK. Pengambilan data dilakukan pada 54 petak bersarang (nested plot) yang terstratifikasi pada hutan alam, hutan tanaman, dan buffer zone. Data dianalisis meliputi Indeks Nilai Penting (INP), keanekaragaman (H'), kemerataan (E'), kekayaan jenis (R), struktur diameter, status regenerasi, indeks kesamaan Sorensen (IS), uji statistik, dan analisis spasial QGIS. Hasil menunjukkan karakteristik ekologi vegetasi berbeda nyata antar-tutupan (p < 0.05). Hutan alam memiliki keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan jenis tertinggi (H' = 1.814; E' = 0.880; R = 2.456) dengan struktur diameter kurva J terbalik dan regenerasi alami Schima wallichii yang berkelanjutan. Hutan tanaman didominasi Pinus merkusii (INP 168,72% tingkat pohon) membentuk kurva lonceng dengan hambatan regenerasi tiang, sedangkan buffer zone didominasi Gmelina arborea. Kesamaan komposisi antar-tutupan tergolong rendah (IS < 50%). Hutan alam merupakan satu-satunya tutupan yang terindikasi NKT 1 (NKT 1.1 dan NKT 1.2) karena mendukung keberadaan flora terancam dilindungi Castanopsis argentea (EN) yang beregenerasi semi-kontinu, serta menyediakan habitat bagi fauna RTE seperti Panthera pardus melas (EN) dan Trachypithecus auratus (VU). Sebaran spasial NKT 1 sepenuhnya berada pada hutan alam bagian dalam kawasan.