digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Daisy Limmena
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Perum Perhutani memiliki peran penting dalam pengelolaan hutan negara di Jawa Barat. RPKH (Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan) menjadi dasar dalam mengarahkan pengelolaan hutan guna menjaga keseimbangan fungsi ekologi, sosial, dan ekonomi. Meskipun rehabilitasi telah menjadi bagian dari pengelolaan kawasan oleh Perum Perhutani, kondisi tutupan vegetasi pada sebagian kawasan masih menunjukkan adanya area dengan tutupan terbuka yang bertahan dalam beberapa periode pengamatan berdasarkan analisis citra Landsat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pelaksanaan rehabilitasi dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di petak 39, BKPH Manglayang Barat, KPH Bandung Utara mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan rehabilitasi hutan melalui metode triangulasi data dan menganalisis strategi rehabilitasi hutan pendekatan Multi Usaha Kehutanan (MUK) melalui metode analisis SWOT-AHP (strengths, weaknesses, opportunities, and threats with Analytical Hierarchy Process). Hasil analisis menunjukan bahwa keberhasilan rehabilitasi hutan dipengaruhi oleh keterpaduan faktor biofisik, sosial-ekonomi, dan kelembagaan yang saling berkaitan. Namun, adanya sebagian petak terdefinisikan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) yang masih menghadapi kekosongan kelembagaan pengelolaan. Hal tersebut menunjukan faktor kelembagaan merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian lebih. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif adalah melalui strategi diversifikasi dengan pendekatan MUK melalui pemilihan beberapa rekomendasi vegetasi. Implementasi strategi tersebut perlu didukung dengan kemitraan yang memberikan modal fisik dan modal pengetahuan.