Tesis ini mengkaji penerapan teknologi blockchain dan kontrak pintar untuk
mengatasi inefisiensi serta komitmen kepatuhan Syariah yang telah lama ada
dalam transaksi keuangan internasional Syariah di Indonesia. Sistem tradisional
yang bergantung pada koresponden perbankan terhambat oleh biaya tinggi, waktu
penyelesaian yang lambat, serta ketidakjelasan untuk memperumit tata kelola
sistem keuangan Syariah. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja tata kelola
hybrid baru yang mengintegrasikan kompensasi kontrak pintar otomatis berbasis
on-chain dengan pengawasan interpretatif yang signifikan dari para ahli.
Studi ini mengimplementasikan pendekatan penelitian konseptual, menyusun
kerangka kerja melalui sintesis sistematis dari literatur akademik yang
berpengaruh dan terkemuka, regulasi publikasi, serta dokumentasi teknis. Tinjauan
literatur mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang penting: tidak adanya
model operasional yang disesuaikan dengan lanskap hukum, peraturan, dan tata
kelola Syariah di Indonesia.
Kontribusi utama disertasi ini adalah kerangka operasional terperinci, yang
mencakup alur kerja kontrak cerdas Mudarabah lintas negara dan arsitektur tata
kelola syariah hibrid. Model ini dirancang untuk memastikan bahwa transaksi
tidak hanya efisien, transparan, dan aman, tetapi juga sesuai dengan prinsip
prinsip hukum Islam. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap literatur
tentang FinTech dalam keuangan Islam dan memberikan rekomendasi praktis bagi
lembaga keuangan dan regulator di Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa
kerangka kerja hibrida tersebut dapat secara signifikan meningkatkan daya saing
sektor keuangan Islam Indonesia, memposisikannya sebagai pemimpin global
dalam inovasi dan teknologi keuangan yang beretika.
Perpustakaan Digital ITB