digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan salah satu sumber energi alternatif. Salah satu lokasi di sekitar Gunung Muria direncanakan menjadi PLTN di Indonesia. Pemilihan lokasi pembangunan PLTN harus pada lokasi yang aman dari kemungkinan terjadinya gempa yang disebabkan oleh pergerakan lempeng maupun aktivitas vulkanik. IAEA (International Atomic Energy Agency) memberikan garis besar panduan keselamatan lokasi yang aman untuk dibangun PLTN, yaitu pada lokasi pergerakan lempeng yang stabil dianggap tidak terjadi deformasi. Dengan demikian, dilakukan metode survei GPS untuk mencari vektor pergeseran, regangan, serta menganalisis pola deformasi. Data pengukuran GPS yang digunakan adalah data GPS kontinu yang dikelola BIG sebanyak empat titik di sekitar Gunung Muria tahun 2010 sampai tahun 2012 dan data pengukuran berkala lima titik pada lokasi Gunung Muria sebanyak 3 kala pada bulan November 2011, Januari 2013, dan September 2013 dengan lama pengamatan 12 jam. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ilmiah Bernese 5.0 dengan metode radial terhadap ITRF 2008. Setelah nilai vektor pergeseran yang dihasilkan dinyatakan lolos oleh uji statistik, maka akan didapat vektor pergeseran dan nilai regangan. Hasil pengolahan data pengukuran kontinu menunjukkan hasil nilai vektor kecepatan pergeseran sekitar 2 mm/tahun ± 1mm ke arah tenggara, sedangkan pengolahan data pengukuran berkala pada Gunung Muria nilai kecepatan pergeserannya sekitar 5 mm/tahun ± 4mm ke arah barat daya dengan nilai regangan maksimum sekitar 8.8x10-7strain. Berdasarkan nilai regangan yang didapat, kawasan Gunung Muria termasuk kedalam kawasan pergerakan lempeng yang stabil.