Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan salah satu sumber energi
alternatif. Salah satu lokasi di sekitar Gunung Muria direncanakan menjadi PLTN di
Indonesia. Pemilihan lokasi pembangunan PLTN harus pada lokasi yang aman dari
kemungkinan terjadinya gempa yang disebabkan oleh pergerakan lempeng maupun
aktivitas vulkanik. IAEA (International Atomic Energy Agency) memberikan garis
besar panduan keselamatan lokasi yang aman untuk dibangun PLTN, yaitu pada
lokasi pergerakan lempeng yang stabil dianggap tidak terjadi deformasi. Dengan
demikian, dilakukan metode survei GPS untuk mencari vektor pergeseran, regangan,
serta menganalisis pola deformasi.
Data pengukuran GPS yang digunakan adalah data GPS kontinu yang dikelola BIG
sebanyak empat titik di sekitar Gunung Muria tahun 2010 sampai tahun 2012 dan
data pengukuran berkala lima titik pada lokasi Gunung Muria sebanyak 3 kala pada
bulan November 2011, Januari 2013, dan September 2013 dengan lama pengamatan
12 jam. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ilmiah Bernese
5.0 dengan metode radial terhadap ITRF 2008. Setelah nilai vektor pergeseran yang
dihasilkan dinyatakan lolos oleh uji statistik, maka akan didapat vektor pergeseran
dan nilai regangan.
Hasil pengolahan data pengukuran kontinu menunjukkan hasil nilai vektor kecepatan
pergeseran sekitar 2 mm/tahun ± 1mm ke arah tenggara, sedangkan pengolahan data
pengukuran berkala pada Gunung Muria nilai kecepatan pergeserannya sekitar 5
mm/tahun ± 4mm ke arah barat daya dengan nilai regangan maksimum sekitar
8.8x10-7strain. Berdasarkan nilai regangan yang didapat, kawasan Gunung Muria
termasuk kedalam kawasan pergerakan lempeng yang stabil.
Perpustakaan Digital ITB