Proses Fenton sebagai salah satu metode Advanced Oxidation Processes (AOPs)
menawarkan potensi tinggi dalam mendegradasi polutan pada limbah tekstil. Proses foto-
Fenton yang merupakan pengembangan dari proses Fenton menggunakan sinar UV dalam
meningkatkan dekomposisi hidrogen peroksida atau prekursor radikal lainnya untuk
kemudian menghasilkan senyawa radikal yang reaktif. Pada penelitian ini, akan ditinjau
pengaruh variasi dosis dari jenis katalis maupun jenis prekursor radikal terhadap efisiensi
proses foto-Fenton. Analisis terhadap air limbah yang diolah mencakup pengukuran
COD, konduktivitas, warna, kandungan N, kandungan P, dan angka lempeng total. Pada
penelitian ini, terdapat dua variasi katalis, yaitu katalis Fe2+ dan katalis Cu2+ serta dua
variasi prekusor berupa peroksidisulfat (PDS) dan hidrogen peroksida. Variasi dosis
katalis dan konsentrasi radikal terdiri dari dua besaran, yaitu konsentrasi rendah (LC, LR)
dengan nilai masing-masing 0,25 mM dan 10 mM serta konsentrasi rendah (HC, HR)
dengan nilai masing-masing 0,75 mM dan 30 mM. Hasil penelitian menunjukan bahwa
kombinasi Fe2+/PDS dan kombinasi Cu2+/PDS memiliki performa dekolorisasi terbaik
jika dibandingkan dengan kombinasi lainnya dengan angka dekolorisasi berada pada
rentang presentase dekolorisasi dari 84% hingga 100%. Sementara itu, kombinasi
Cu2+/H2O2 memiliki performa dekolorisasi paling buruk dengan presentase dekolorisasi
pada rentang 58% hiingga 85%. Keempat kombinasi tidak memiliki pengaruh signifikan
terhadap penurunan nilai COD. Sementara itu, kadar nitrogen amonia total dan total
fosforus, dan angka lempeng total dapat dikurangi dengan presentase melebihi 80%
meskipun performa mineralisasi amonia tidak memiliki konversi lebih dari 20%. Variasi
dengan prekusor PDS menghasilkan nilai konduktivitas yang lebih tinggi daripada variasi
dengan prekusor H2O2. Validasi dengan air limbah nyata menunjukan bahwa proses
Fenton memiliki performa yang lebih baik dalam penurunan COD dan dekolorisasi. Hal
ini terjadi karena matriks air limbah nyata memiliki konsentrasi yang lebih rendah
daripada matriks air limbah sintetis.
Perpustakaan Digital ITB