digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

File Abstrak Tesis
PUBLIC Open In Flipbook Abdhiany Murtiawaty, A.Md

Neptunus adalah planet terjauh dari Tata Surya dan menyimpan informasi penting tentang karakteristik atmosfer planet yang belum sepenuhnya dipahami oleh para astronom. Kajian atmosfer planet Neptunus tidak hanya penting untuk menjelaskan kondisi lingkungan di sekitar Neptunus, namun juga menjadi dasar pemahaman untuk atmosfer eksoplanet bertipe Neptune-like. Penelitian ini berfokus pada analisis karbon monoksida (CO) dan asam sianida (HCN) yang ada pada atmosfer Neptunus. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelimpahan vertikal kedua molekul tersebut serta menunjukkan perbandingan rasio 12C/13C menggunakan data public domain observasi Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) dari rentang tahun 2011–2022. Terdapat delapan data observasi ALMA yang terseleksi dan digunakan dalam penelitian ini. Data tersebut dikalibrasi dan dibersihkan (cleaning) menggunakan aplikasi Common Astronomy Software Application (CASA), kemudian dianalisis profil kelimpahan vertikalnya menggunakan mode retrieval pada program Planetary Spectrum Generator (PSG) yang didasarkan pada metode Optimal Estimation (OE) (Rodgers, 2000). Hasil analisis beberapa spektrum mengonfirmasi profil kelimpahan molekul CO dan molekul HCN yang sebanding dengan hasil penelitian sebelumnya, terutama dengan penelitian Lellouch dkk. (2005). Perbedaan nilai kelimpahan yang diperoleh masih berada dalam batas ketidakpastian pengamatan. Selain itu, teridentifikasi isotopolog CO, yaitu molekul 13CO (3–2), pada proyek 2015.1.01471.S. Analisis terhadap isotopolog ini menunjukkan rasio kelimpahan 12C/13C yang konsisten dengan nilai yang telah dilaporkan dalam literatur sebelumnya. Analisis keseluruhan data memperkuat hipotesis asal-muasal molekul CO yang berasal dari kombinasi sumber internal dan eksternal (dual origin), sebagaimana pertama kali diajukan oleh Lellouch dkk. (2005), serta mendukung asal eksternal molekul HCN. Penelitian ini juga mengonfirmasi rasio isotop 12C/13C yang sebelumnya dilaporkan oleh Moreno dkk. (2019).