Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia sebagai sumber utama minyak nabati. Namun, proses ekstraksi minyak dari buah sawit masih kurang efisiensi. Masalah ini disebabkan oleh struktur dinding sel buah sawit yang kompleks. Dinding sel buah sawit tersusun atas lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Salah satu molekul penyusun polimer hemiselulosa adalah xilan, yang menghambat pelepasan minyak dari buah sawit. Untuk mengatasi masalah ini, penggunaan enzim merupakan salah satu pendekatan yang mulai banyak diteliti. Enzim xilanase, diketahui mampu memecah rantai xilan secara acak melalui hidrolisis ikatan 1,4-? glikosidik dan kami telah memiliki klon rekombinan yang mengandung xilanase tetapi perannya dalam proses ekstraksi minyak sawit belum diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memproduksi xilanase GH43 dan menerapkannya dalam proses ekstraksi minyak dari buah sawit. Plasmid rekombinan yang mengandung gen pengode xilanase GH43 (xil43) dari Bacillus amyloliquefaciens ABBD ditransformasikan ke dalam sel inang Escherichia coli ArcticExpress (DE3). Ekspresi enzim diinduksi dengan IPTG (Isopropyl ?-D-1-thiogalactopyranoside), kemudian sel rekombinan dilisis untuk memperoleh ekstrak kasar enzim. Proses pemurnian enzim dilakukan dengan kromatografi afinitas menggunakan Ni-NTA agarosa. Aktivitas enzim ditentukan dengan metode uji gula pereduksi menggunakan xilan dari beechwood dan xilan dari bonggol jagung sebagai substrat. Konsentrasi xilanase diukur dengan metode Bradford. Proses selanjutnya adalah menginkubasi daging buah sawit yang sudah dihancurkan dengan enzim untuk mengekstraksi minyaknya. Gen xil43 berhasil diekspresikan ditunjukkan dengan adanya pita tebal dengan ukuran 54,8 kDa pada elektroferogram SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamide Gel Electrophoresis). Ekstrak kasar xilanase GH43 memiliki aktivitas spesifik sebesar 0,244 ± 0,009 U/mg untuk 1% (b/v) xilan dari beechwood dan 0,136 ± 0,022 U/mg untuk 1% (b/v) xilan dari bonggol jagung. Xilanase GH43 juga telah berhasil dimurnikan, ditunjukkan dengan adanya pita tunggal berukuran 54,8 kDa pada elektroferogram SDS-PAGE. Ekstrak kasar xilanase GH43 berhasil meningkatkan produksi minyak dari buah sawit sebesar 50% dibandingkan dengan perlakuan tanpa enzim (kontrol). Oleh karena itu, xilanase GH43 berpotensi sebagai enzim untuk mempercepat proses ekstraksi minyak sawit.
Perpustakaan Digital ITB