Data meteorologi dan oseanografi (MetOcean) umumnya tersimpan dalam format
multidimensi berukuran besar dan berdurasi panjang sehingga memerlukan
pendekatan efisien untuk penyimpanan, akses, visualisasi, dan analisis secara
daring. Ketersediaan platform WebGIS publik yang menyediakan fitur analisis
spasiotemporal mendalam khusus untuk perairan Indonesia masih sangat terbatas.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan WebGIS untuk visualisasi dan analisis
spasiotemporal data regional MetOcean Indonesia melalui konversi data NetCDF
menjadi Zarr v2 dan JSON, validasi hasil konversi, serta implementasi metode
deteksi Marine Heatwaves (MHWs) dan Marine Cold Spells (MCSs). Sistem
dikembangkan dengan pendekatan cloud-native memanfaatkan Zarr v2 di Amazon
Simple Storage Service (S3), Django sebagai peladen aplikasi, dan FastAPI
terintegrasi TiTiler sebagai peladen ubin dengan akuisisi dan pemrosesan data
harian yang diotomasi melalui layanan Amazon Web Services. Data yang
digunakan meliputi suhu laut, arus, angin, dan tinggi gelombang signifikan,
sedangkan deteksi MHWs dan MCSs menggunakan data NOAA Optimum
Interpolation Sea Surface Temperature (OISST) v2.1 periode 1982–2025. Validasi
konversi terhadap Zarr v2 harian, Zarr v2 gabungan, dan JSON menunjukkan
kesesuaian sempurna terhadap data sumber dengan Bias, Mean Absolute Error
(MAE), dan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0 serta koefisien korelasi
sebesar 1 pada seluruh parameter. WebGIS berhasil dioperasikan pada domain
oceanflow.web.id dan menyajikan visualisasi peta spasial interaktif beserta fitur
analisis spasiotemporal. Hasil deteksi MHWs dan MCSs periode 1982–2025
menunjukkan metrik tahunan yang secara konsisten lebih intens dibandingkan
penelitian rujukan sebelumnya, terkecuali intensitas maksimum MHWs yang
sedikit lebih lemah dengan selisih diduga dipengaruhi oleh perbedaan periode data,
perangkat lunak, dan domain spasial. Validasi terhadap marineheatwaves.org
menunjukkan akurasi kategori MHWs yang jauh lebih tinggi serta galat intensitas
yang lebih rendah pada baseline klimatologi 1991–2020 dibandingkan baseline
1982–2011. Evaluasi performa menunjukkan waktu respons rata-rata fitur
kelompok MetOcean sebesar 0,672–2,828 detik dan kelompok MHW dan MCS
sebesar 0,147–4,520 detik.
Perpustakaan Digital ITB