Stres kognitif dan stres fisiologis dapat menghasilkan respons fisiologis yang
tumpang tindih, seperti perubahan aktivitas kardiovaskular dan elektrodermal
sehingga sulit dibedakan hanya menggunakan satu jenis biosinyal. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan prototipe wearable sensor berbasis ESP32-S3 yang
mampu mengakuisisi sinyal Photoplethysmography (PPG), Electrodermal Activity
(EDA), dan Accelerometer (ACC), melakukan pra-pemrosesan dan ekstraksi fitur
secara on-edge, serta mengklasifikasikan kondisi BASELINE, STRESS kognitif,
dan AEROBIC.
Sistem menggunakan ESP32-S3 DevKitC-1 N16R8 sebagai unit pemrosesan
utama, MAX30102 untuk PPG, Grove GSR untuk EDA, dan MPU6050 untuk
ACC. Data PPG dan ACC diakuisisi pada 100 Hz, sedangkan EDA pada 20 Hz.
Pemrosesan pada perangkat meliputi filtering digital, segmentasi window 60 detik
dengan step 15 detik, ekstraksi 57 fitur, normalisasi terhadap baseline personal,
serta inferensi model Random Forest. Model dikembangkan menggunakan dataset
Wearable Physiological Signals under Acute Stress and Exercise Conditions dan
dievaluasi dengan Leave-One-Subject-Out Cross-Validation (LOSO-CV). Dataset
akhir terdiri atas 23 subjek dan 4.268 window.
Pada evaluasi LOSO terhadap dataset referensi, model akhir menghasilkan akurasi
sebesar 86,41%, balanced accuracy 85,55%, dan macro F1-score 83,92%.
Implementasi pada ESP32-S3 menghasilkan kesesuaian prediksi sebesar 99,35%
terhadap Python dengan waktu pemrosesan maksimum 435,87 ms sehingga proses
komputasi dapat diselesaikan sebelum pembaruan prediksi setiap 15 detik.
Sementara itu, pada pengujian data primer yang direkam langsung menggunakan
prototipe terhadap empat subjek, diperoleh akurasi gabungan sebesar 61,48%. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa sistem telah mampu melakukan akuisisi multimodal
dan klasifikasi tiga kondisi secara on-edge, tetapi generalisasi model terhadap
karakteristik fisiologis dan kualitas sinyal antarindividu masih perlu ditingkatkan.
Perpustakaan Digital ITB