Tidur siang singkat dapat membantu pemulihan kewaspadaan, tetapi pengguna tidak
selalu mengetahui kapan kondisi fisiologisnya siap untuk tidur. Penelitian ini mengembangkan
prototipe wearable berbasis headband untuk mendeteksi nap readiness
secara operasional menggunakan EEG frontal satu kanal dan mengubah audio sesuai
hasil deteksi. NeuroSky TGAM digunakan untuk memperoleh band power theta,
low-alpha, dan high-alpha. Data diproses secara real-time pada ESP32 C3 Super
Mini. Theta dan alpha total dihaluskan menggunakan moving average lima sampel,
kemudian dibentuk rasio theta/alpha. Dua threshold individual diperoleh melalui
kalibrasi Karolinska Sleepiness Scale untuk membagi keluaran menjadi Low, Moderate,
dan High Nap Readiness. Stage aktif digunakan untuk mengatur file audio
pada DFPlayer Mini. Pengujian melibatkan lima subjek laki-laki berusia 21–22 tahun,
masing-masing dalam satu sesi kalibrasi dan satu sesi penerapan threshold selama
15 menit. Analisis ulang data tersimpan dengan moving average menghasilkan
T1 pada rentang 18,91–28,34 dan T2 pada empat subjek pada rentang 10,56–13,82.
Empat subjek menghasilkan keluaran sampai Stage 3 dan satu subjek sampai Stage
2. Perbandingan terhadap Muse S TP9 menunjukkan arah perubahan yang sama
pada theta dan rasio theta/alpha antara kondisi aktif dan diam/rileks, tetapi perubahan
alpha tidak sepenuhnya konsisten. Audio berubah mengikuti stage berdasarkan
pengamatan peneliti. Moving average pada hasil ini merupakan analisis ulang offline
karena rekaman awal menggunakan Butterworth. Prototipe dapat menjalankan
fungsi akuisisi, pemrosesan, klasifikasi operasional, dan audio adaptif. Namun, tanpa
polisomnografi dan log firmware lengkap, hasil penelitian tidak dapat dinyatakan
sebagai deteksi tahap tidur, akurasi klinis, atau bukti bahwa audio mempercepat sleep
onset.
Perpustakaan Digital ITB