Aneurisma adalah area pembengkakan pada pembuluh darah yang terus melemah
dan berisiko untuk pecah, dengan arteri intrakranial menjadi salah satu lokasi yang
umum terjadi (1.5 hingga 8% populasi umum) dan memiliki angka mortalitas 50%.
Salah satu pembuluh darah otak yang sering mengalami aneurisma intrakranial
yaitu internal carotid artery (ICA). Salah satu cara pencegahan pecahnya
aneurisma yaitu dengan prosedur clipping. Namun, prosedur clipping memerlukan
keterampilan dan pengalaman dari dokter bedah saraf. Pelatihan dengan cadaver
relatif mahal dan menimbulkan kekhawatiran terkait etika sehingga diperlukan
metode pelatihan alternatif, yaitu dengan menggunakan phantom. Salah satu
material yang dapat digunakan dalam pembuatan phantom soft tissue manusia,
termasuk pembuluh darah, yaitu poly(vinyl alcohol) hydrogel (PVA-H). Dalam
penelitian ini, diperoleh hasil phantom aneurisma pada ICA pejal pada tiga macam
konsentrasi PVA, yaitu 12%, 15%, dan 17%. Aneurisma yang terbentuk memiliki
akurasi dimensi 91.12% terhadap referensi, dengan hasil lebih akurat pada gel
dengan konsentrasi PVA 17%. Selain itu, gel juga cukup durable ketika diberikan
gaya maksimum klip (?2.0 N) dan ketika diberikan gaya klip berulang (5) kali
(sekitar 1.1 N dan 2.0 N). Hasil phantom sudah cukup efektif untuk menjadi metode
simulasi clipping karena tactile sensation ketika deploy dan release klip pada
phantom sudah didapatkan, tetapi masih membal. Rata-rata nilai dari dokter
responden untuk phantom ini yaitu 3.67 dari 5. Gel dengan konsentrasi PVA 12%
menjadi preferensi para dokter bedah saraf.
Perpustakaan Digital ITB