digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Eva Ervina
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Meskipun usaha mikro sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, usaha ini sering kali bergumul dengan masalah efisiensi operasional yang membahayakan kelangsungan jangka panjang mereka. Kesulitan-kesulitan ini juga tercermin dalam Prof Rental Balikpapan, sebuah perusahaan penyewaan sepeda motor di Kalimantan Timur. Walau permintaan pasar dan pendapatan menunjukkan tren positif selama tujuh bulan pertama, perusahaan mengalami volatilitas biaya perawatan yang signifikan, melebihi anggaran hingga 394% antara Januari–Juli 2025. Ketidakpastian ini mengganggu profitabilitas dan menghambat ekspansi armada, sehingga diperlukan strategi operasional yang terstruktur untuk menstabilkan biaya dan meningkatkan keandalan. Penelitian ini bertujuan menjawab tiga pertanyaan utama: (1) Faktor apa yang menyebabkan tingginya biaya perawatan yang tidak konsisten di Prof Rental Balikpapan? (2) Bagaimana jadwal perawatan preventif dapat disusun untuk menekan biaya dan memastikan ketepatan waktu servis? (3) Bagaimana Standard Operating Procedure (SOP) terstandarisasi dapat dikembangkan untuk menjamin disiplin pelaksanaan perawatan? Untuk memberikan jawaban atas ketiga pertanyaan utama tersebut, dipilih pendekatan campuran yang menggabungkan antara analisis kuantitatid dan analisis kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pendiri, staf operasional, dan mekanik eksternal, sedangkan data sekunder mencakup catatan keuangan, log perawatan, dan panduan Original Equipment Manufacturer (OEM). Analisis kualitatif melalui content analysis dan pemetaan proses Business Process Model and Notation (BPMN)mengungkap kelemahan sistemik: perilaku perawatan reaktif, ketiadaan jadwal berbasis penggunaan, ketergantungan pada bengkel eksternal, serta dokumentasi yang terfragmentasi. Temuan ini diperkuat oleh hasil dari analisis kuantitatif. Statistik deskriptif dan analisis Pareto menunjukkan 36,89% dari total biaya perawatan terkonsentrasi pada overhaul mesin, sementara variabilitas interval kegagalan melebihi 50% pada unit berisiko tinggi, menandakan absennya mekanisme kontrol preventif. Sebagai solusi, penelitian ini merancang jadwal perawatan preventif menggunakan Failure Interval Analysis (FIA), yang menghitung interval perawatan berdasarkan paparan hari sewa, bukan asumsi kalender. Rencana ini membedakan interval berdasarkan tingkat keandalan unit, dengan pemeriksaan bulanan untuk unit berisiko tinggi dan pemeriksaan triwulanan untuk unit baru. Proyeksi biaya menunjukkan bahwa peralihan dari perawatan reaktif ke preventif dapat menurunkan total pengeluaran sekitar 60%, dari Rp 7.103.000 menjadi Rp 3.470.000 dalam enam bulan, sekaligus meningkatkan prediktabilitas dan mengurangi downtime. Rencana ini akan diterapkan untuk jangka pendek selama enam bulan, dengan evaluasi pada bulan ketujuh untuk memastikan efektivitas pengendalian biaya. Untuk menjamin disiplin pelaksanaan, Standard Operating Procedure (SOP) terstandarisasi dikembangkan dengan mengintegrasikan pemicu preventif, ambang batas persetujuan, dan protokol dokumentasi. Standard Operating Procedure (SOP) ini memformalkan peran, memperkenalkan Maintenance Work Order (MWO) untuk penguncian anggaran, serta mewajibkan mekanisme reset untuk menjaga kesinambungan siklus preventif. Dengan melakukan tindakan-tindakan ini, perawatan diubah dari proses yang ad hoc dan reaktif menjadi sistem yang terorganisir dan berbasis data. Kontribusi penelitian ini terletak pada penerapan strategi preventif berbasis keandalan dan standarisasi proses untuk mencapai stabilitas biaya dan ketahanan operasional pada usaha mikro. Dengan mengintegrasikan penjadwalan berbasis Failure Interval Analysis (FIA) dan tata kelola Standard Operating Procedure (SOP), studi ini memberikan kerangka praktis untuk meningkatkan efisiensi perawatan dalam bisnis jasa dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan evaluasi jangka panjang dan mengeksplorasi digitalisasi atau solusi berbasis Internet of Things untuk pemantauan perawatan secara real-time.