Bisnis UMKM masih menjadi tumpuan perekonomian Indonesia. Bisnis pembiayaan mikro di Indonesia masih memiliki banyak potensi untuk berkembang. Salah satu tantangan dalam pembiayaan usaha mikro adalah proses akuisisi secara manual dan offline. Belakangan ini, semakin banyak bank yang mengadopsi alternatif digital untuk proses kerja mereka. Sebagai hasilnya, perbankan seluler telah muncul. Bank BTPN menawarkan pinjaman untuk usaha mikro dengan menggunakan USSD mobile. Respon dari pasar pada awalnya bagus. Namun, proses manual untuk pendaftaran dan kurangnya data untuk verifikasi menurunkan kualitas kredit dalam portofolio. Selain itu, ada kebutuhan untuk meningkatkan secara cepat dalam beberapa tahun ke depan.
Oleh karena itu Bank BTPN perlu mengembangkan model bisnis yang dapat menjawab tantangan tersebut sekaligus perubahan di masa depan. Tujuan utama perusahaan adalah meminimalkan risiko operasional sekaligus meningkatkan kualitas portofolio dan meningkatkan bisnis secara berkelanjutan. Oleh karena itu, model bisnis dirancang dengan mengidentifikasi pendekatan yang tepat untuk pelanggan yang ditargetkan dari nilai yang diusulkan untuk mereka, saluran pemasaran dan membuat sistem pendapatan yang sesuai untuk memperbarui proses bisnis saat ini. Mengidentifikasi segmen pelanggan yang tepat menjadi langkah awal dalam merancang model bisnis. Berdasarkan wawancara mendalam pada pelanggan yang ada dan pelanggan potensial, perubahan yang diperlukan pada model bisnis saat ini diidentifikasi. Selanjutnya, rekomendasi dan rencana implementasi dikembangkan untuk dua tahun ke depan.
Perpustakaan Digital ITB