digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - SHAZYA AUDREA TAUFIK
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Penjadwalan kapal tongkang pada operasi lepas pantai migas di PT XYZ masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet dan pengalaman operator. Proses tersebut membutuhkan waktu koordinasi panjang, sulit direplikasi, dan berisiko menghasilkan pemanfaatan sumber daya yang kurang optimal. Penelitian ini mengembangkan sistem penjadwalan kapal tongkang berbasis multi-objective optimization dengan algoritma Non-Dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II). Sistem ini menghasilkan alternatif jadwal yang memenuhi constraint operasional. Objektif dari sistem ini adalah meminimalkan makespan, total jarak pelayaran, dan idle time, serta memaksimalkan early oil. Keempat objektif tersebut memiliki potensi konflik satu sama lain, misalnya jadwal dengan makespan yang singkat belum tentu menghasilkan jarak pelayaran minimum. Oleh karena itu, sistem yang dikembangkan tidak hanya mencari satu solusi terbaik, tetapi menghasilkan alternatif solusi kompromi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan operasional. Persoalan dimodelkan sebagai Multi-Objective Vehicle Routing Problem (MOVRP) dengan mempertimbangkan data kapal tongkang, lokasi anjungan dan sumur, daftar pekerjaan, durasi pekerjaan, locked program, serta waktu tempuh antar lokasi. Solusi direpresentasikan dalam kromosom yang memuat prioritas dan alokasi pekerjaan, kemudian diterjemahkan melalui mekanisme decoding dan repair agar setiap jadwal memenuhi constraint. Implementasi sistem mencakup prapemrosesan data, evaluasi fungsi objektif, algoritma NSGA-II, algoritma Genetic Algorithm sebagai pembanding, serta visualisasi. Evaluasi dilakukan melalui analisis sensitivitas parameter, perbandingan dengan Genetic Algorithm dan jadwal aktual, serta User Acceptance Test (UAT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa NSGA-II mampu menghasilkan himpunan solusi yang layak dan memberikan beberapa alternatif kompromi antarobjektif. Dibandingkan pendekatan pembanding, NSGA-II unggul dan lebih sesuai untuk persoalan multiobjektif karena tidak hanya menghasilkan satu jadwal, tetapi sekumpulan pilihan jadwal yang dapat dianalisis berdasarkan kebutuhan operasional. Hasil UAT memperoleh nilai 4,82 dari 5,00, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sangat baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat menjadi alat bantu penjadwalan yang lebih terstruktur, objektif, dan informatif bagi operasi kapal tongkang lepas pantai migas.