Abstrak - SHAZYA AUDREA TAUFIK
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Penjadwalan kapal tongkang pada operasi lepas pantai migas di PT XYZ masih
dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet dan pengalaman operator.
Proses tersebut membutuhkan waktu koordinasi panjang, sulit direplikasi, dan
berisiko menghasilkan pemanfaatan sumber daya yang kurang optimal. Penelitian
ini mengembangkan sistem penjadwalan kapal tongkang berbasis multi-objective
optimization dengan algoritma Non-Dominated Sorting Genetic Algorithm II
(NSGA-II). Sistem ini menghasilkan alternatif jadwal yang memenuhi constraint
operasional. Objektif dari sistem ini adalah meminimalkan makespan, total jarak
pelayaran, dan idle time, serta memaksimalkan early oil. Keempat objektif tersebut
memiliki potensi konflik satu sama lain, misalnya jadwal dengan makespan yang
singkat belum tentu menghasilkan jarak pelayaran minimum. Oleh karena itu,
sistem yang dikembangkan tidak hanya mencari satu solusi terbaik, tetapi
menghasilkan alternatif solusi kompromi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan
operasional.
Persoalan dimodelkan sebagai Multi-Objective Vehicle Routing Problem
(MOVRP) dengan mempertimbangkan data kapal tongkang, lokasi anjungan dan
sumur, daftar pekerjaan, durasi pekerjaan, locked program, serta waktu tempuh
antar lokasi. Solusi direpresentasikan dalam kromosom yang memuat prioritas dan
alokasi pekerjaan, kemudian diterjemahkan melalui mekanisme decoding dan
repair agar setiap jadwal memenuhi constraint. Implementasi sistem mencakup
prapemrosesan data, evaluasi fungsi objektif, algoritma NSGA-II, algoritma
Genetic Algorithm sebagai pembanding, serta visualisasi.
Evaluasi dilakukan melalui analisis sensitivitas parameter, perbandingan dengan
Genetic Algorithm dan jadwal aktual, serta User Acceptance Test (UAT). Hasil
pengujian menunjukkan bahwa NSGA-II mampu menghasilkan himpunan solusi
yang layak dan memberikan beberapa alternatif kompromi antarobjektif.
Dibandingkan pendekatan pembanding, NSGA-II unggul dan lebih sesuai untuk
persoalan multiobjektif karena tidak hanya menghasilkan satu jadwal, tetapi
sekumpulan pilihan jadwal yang dapat dianalisis berdasarkan kebutuhan
operasional. Hasil UAT memperoleh nilai 4,82 dari 5,00, yang menunjukkan
tingkat penerimaan pengguna sangat baik. Dengan demikian, sistem yang
dikembangkan dapat menjadi alat bantu penjadwalan yang lebih terstruktur,
objektif, dan informatif bagi operasi kapal tongkang lepas pantai migas.
Perpustakaan Digital ITB