digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nabil Rashid Musadi [13322060]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Ulkus dekubitus telah menjadi masalah bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas, seperti pengguna kursi roda yang tidak mampu melakukan redistribusi secara mandiri dan memerlukan bantuan perawat. Akan tetapi, ketersediaan perawat pun kurang memadai. Beberapa upaya, seperti sistem alternating pressure mencoba untuk mengatasi masalah ini, tetapi terbatas pada mekanisme periodik yang tidak mengambil umpan balik dari kondisi pasiennya, seperti iklim mikro (suhu dan kelembaban) pada antarmuka kulit dan permukaan penampang, yang turut memengaruhi risiko dekubitus melalui peningkatan gesekan dan maserasi kulit akibat akumulasi keringat. Penelitian ini memiliki 4 tujuan, yaitu: mengembangkan sistem monitoring multi-modal, mengembangkan model interpretasi risiko dekubitus, merancang sistem kontrol elektro-pneumatik berbasis interpretasi risiko, dan menguji performa sistem bantalan duduk tersebut. Sistem monitoring multi-modal terdiri dari matriks sensor FSR dengan resolusi 2x4 dan tiga sensor SHT31 yang diakuisisi oleh ESP32 dan diagregasikan menjadi 4 zona utama; Right Thigh, Right Sacrum, Left Sacrum, dan Left Thigh. Kemudian, data terakuisisi diinterpretasi dalam model risiko yang diadaptasikan dari model tegangan geser Gefen dengan menambahkan mekanisme akumulasi dan pemulihan pada setiap zona. Interpretasi ini digunakan untuk menentukan respons sistem yang diaktuasikan dengan sistem pneumatik dalam bentuk bantalan aktuasi pada setiap zonanya dengan dua mode kontrol; preventif yang merupakan kontrol periodik, dan intervensi yang merupakan kontrol ambang batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan respons risiko dinamis yang sesuai dengan pembebanannya dengan gradien pertumbuhan 0,0296 pada pembebanan tanpa indeks akumulasi keringat dan gradien pemulihan 0,25 pada pelepasan tekanan. Kemudian, sistem mampu merekonstruksi distribusi tekanan dalam bentuk heatmap. Sistem juga responsif terhadap perubahan kondisi iklim mikro, ditunjukkan dengan gradien laju risiko yang semakin curam seiring meningkatnya indeks akumulasi keringat. Selain itu, sistem mampu melakukan redistribusi tekanan pada zona yang memiliki nilai risiko melebihi ambang batas intervensi, dengan waktu pemulihan rata-rata 86,6 sekon hingga nilai risiko turun di bawah ambang batas pemulihan. Kemudian, hasil komparasi antara mode menunjukkan bahwa mode kombinasi (preventif + intervensi) dengan time above threshold (TAT) pada nilai 2,89 menit, nilai risiko tertinggi 0,57, dan nilai akumulasi risiko 60,67 pada penggunaan selama 1 jam. Terakhir, pada penggunaan dengan 2 subjek yang berbeda, sistem beroperasi tanpa mengalami kegagalan fungsi. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang memperlakukan iklim mikro secara terpisah dari keputusan redistribusi atau belum mengintegrasikan model risiko dengan aktuasi otomatis, kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan tekanan dan iklim mikro ke dalam satu model risiko dinamis yang secara langsung menentukan strategi redistribusi tekanan pada sistem kalang tertutup. Dengan itu, penelitian ini menghasilkan sistem kontrol elektro-pneumatik terintegrasi dengan model risiko berbasis iklim mikro untuk redistribusi tekanan pada bantalan duduk anti-dekubitus kursi roda.