Sektor fesyen muslim Indonesia menempati peringkat pertama secara global dan menawarkan peluang yang besar bagi merek yang sedang berkembang. Fleuraine, salah satu merek fesyen muslim yang berkembang mengahdapi tantangan utama, yaitu pengambilan Keputusan produk berdasarkan asumsi internal, sehingga menghasilkan stok yang tidak terjual. Seiring meningkatnya ekspektasi konsumen muda terhadap pengalaman merek yang interaktif dan partisipatif, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan platform digital ko-kreasi berbasis web yang digamifikasi sebagai mekanisme untuk memvalidasi preferensi desain fesyen dan menilai kesiapan pembelian sebelum produksi. Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi platform untuk Fleuraine, sebuah merek fesyen yang sedang berkembang. Platform ini didasarkan pada teori Service-Dominant Logic dan kerangka service system Kijima, serta diimplementasikan melalui fitur gamifikasi, Ecosystem Pie Model, dan Theory of Planned Behaviour. Pendekatan Design Thinking mulai dari memahami permasalahan konsumen hingga mengembangkan platform gamifikasi enam fase di play-fleuraine.com. Penelitian menggunakan desain mixed methods convergent parallel, di mana data perilaku, sikap, dan data kualitatif dari 79 responden valid dianalisis menggunakan statistic deskriptif, konstruk Theory of Planned Behaviour, dan analisis tematik. Hasil penenlitian meunjukkan bahwa platform mampu mempertahankan keterlibatan konsumen serta menghasilkan data preferensi yang tervalidasi dan dapat digunakan sebelum proses produksi. Partisipan menunjukkan preferensi desain dengan satu desain serta kombinasi ukuran dan warna tertentu muncul sebagai pilihan dominan, sementara sejumlah besar responden juga menunjukkan kesiapan untuk melakukan pra-pesan. Umpan balik kualitatif menunjukkan bahwa pengalaman interaktif berbasis avatar meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan konsumen. Penelitian ini memberikan platform yang megintegrasikan gamifikasi, interaksi berbasis avatar, dan validasi desain pra-produksi yang diterapkan pada konteks UMKM fesyen muslim untu mendukung keputusan produksi, dan mengurangi risiko stok mati sebelum proses manufaktur.
Perpustakaan Digital ITB