Transformasi digital pada sektor pemerintahan merupakan agenda strategis
nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun
2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Implementasi
SPBE menuntut optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi guna meningkatkan
kualitas layanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan mudah diakses
masyarakat. Salah satu layanan yang membutuhkan peningkatan kualitas adalah
layanan informasi perpajakan daerah, yang hingga saat ini masih menghadapi
berbagai kendala, seperti kompleksitas dokumen regulasi, keterbatasan literasi
digital, serta ketergantungan pada layanan manual. Kondisi tersebut berdampak
pada rendahnya efisiensi penyampaian informasi dan berpotensi memengaruhi
tingkat kepatuhan wajib pajak serta capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penelitian ini mengembangkan sistem Chatbot Hybrid Retrieval-Augmented
Generation (RAG) berbasis Natural Language Processing (NLP) dan Large
Language Model (LLM) untuk mendukung layanan informasi perpajakan daerah
yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Sistem
mengintegrasikan mekanisme dense retrieval berbasis vector embedding, sparse
retrieval berbasis BM25, serta contextual expansion untuk meningkatkan relevansi
dan ketepatan konteks pencarian dokumen regulasi. Dokumen perpajakan daerah
diproses melalui tahapan segmentasi (chunking) dan disimpan dalam basis data
vektor sebagai sumber pengetahuan utama. Arsitektur sistem memanfaatkan LLM
sebagai agen utama yang terhubung dengan beberapa komponen pendukung,
meliputi tool retrieval, tool database untuk query tagihan pajak, tool memory untuk
menjaga konteks percakapan, serta tool calculation untuk mendukung perhitungan
kewajiban pajak. Sistem diimplementasikan pada platform Telegram Bot guna
meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan penggunaan.
Evaluasi kinerja chatbot dilakukan menggunakan metrik ROUGE dan Cosine
Similarity dengan membandingkan respons sistem terhadap jawaban ground truth
berbasis regulasi resmi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pendekatan hybrid
retrieval menghasilkan nilai precision, recall, dan f-measure yang lebih tinggi
dibandingkan metode retrieval tunggal, serta mampu meningkatkan relevansi
jawaban dan mengurangi kesalahan interpretasi konteks regulasi. Secara
keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan Chatbot Hybrid RAG
efektif dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas layanan informasi
perpajakan daerah, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital
pemerintahan.
Perpustakaan Digital ITB