digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Irene Hadyanto
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dapat terjadi pada pemain bulu tangkis, terutama saat melakukan single-leg landing yang memberikan beban tinggi pada lutut. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem wearable berbasis Inertial Measurement Unit (IMU) untuk menilai risiko cedera ACL berdasarkan parameter biomekanik lutut dan akselerasi tibia. Sistem menggunakan dua sensor MPU6500 yang ditempatkan pada paha dan tungkai bawah (betis), dengan ESP32 sebagai pengolah data. Estimasi sudut knee flexion dan knee valgus dilakukan menggunakan Madgwick Filter dan relative quaternion, sedangkan akselerasi tibia digunakan untuk memperoleh Peak Tibial Acceleration (PTA) pada saat Initial Contact (IC). Penilaian risiko menggunakan metode operasional threshold dengan kriteria knee flexion <30°, knee valgus >10°, dan PTA >6 g. Pengujian dilakukan pada 5 pemain bulu tangkis rekreasional dengan total 40 landing events. Hasil menunjukkan bahwa 29 dari 40 landing events (72,5%) diklasifikasikan sebagai kondisi risiko biomekanik lebih tinggi berdasarkan kriteria operasional threshold. Analisis temporal PTA terhadap Peak Knee Flexion (PKF) menunjukkan rata – rata time delay sebesar 59,43 ± 10,54 ms, dengan PTA terdeteksi lebih dahulu daripada PKF pada data yang dianalisis. Sistem yang dikembangkan menunjukkan kelayakan sebagai perangkat wearable untuk screening karakteristik biomekanik yang berkaitan dengan risiko cedera ACL pada pemain bulu tangkis