digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kebutuhan sistem transportasi cerdas akan persepsi lingkungan dan komunikasi antarsimpul mendorong integrasi fungsi komunikasi dan sensing pada satu gelombang melalui paradigma Integrated Sensing and Communication (ISAC), yang pada konfigurasi bistatik menghindari kebocoran sinyal pemancar ke penerima yang menjadi tantangan utama konfigurasi monostatik. Tugas akhir ini merancang dan menganalisis simulasi sistem ISAC bistatik berbasis OFDM untuk skenario Vehicle-to-Everything (V2X) pada pita 5,9 GHz dengan dua Road Side Unit (RSU) sebagai pemancar dan penerima, diuji pada dua konfigurasi geometri target, tersebar dan berdekatan, serta bandwidth 5, 10, 20, dan 40 MHz. Hasil menunjukkan komunikasi dan sensing berjalan simultan tanpa saling meniadakan, dengan probabilitas deteksi tinggi dan BER V2X praktis nol pada simulasi dasar. Penambahan bandwidth memperbaiki RMSE secara nyata pada konfigurasi tersebar, namun memiliki nilai yang relatif tinggi pada konfigurasi berdekatan. Pada bandwidth yang sama, memindahkan target dari konfigurasi tersebar ke berdekatan mengubah RMSE sebesar 51 kali, lebih besar daripada pengaruh menaikkan bandwidth delapan kali lipat, sehingga geometri target terbukti lebih menentukan akurasi lokalisasi daripada bandwidth. Penyebabnya adalah zona kompresi di antara kedua RSU. Pengujian tambahan yang membandingkan klasifikasi berbantuan V2X dengan klasifikasi sensing murni menunjukkan selisih akurasi signifikan, konsisten pada kedua konfigurasi dan seluruh bandwidth, membuktikan kontribusi informasi V2X yang tidak tergantikan oleh fitur sensing semata pada kondisi kecepatan rendah. Temuan utama tugas akhir ini adalah bahwa keterbatasan akurasi lokalisasi bersumber pada geometri bistatik dan bandwidth, hal tersebut dapat teratasi dengan menambah bandwidth serta menggunakan transmitter dengan kapabilitas yang lebih tinggi. Hal tersebut menjadi dasar kuantitatif bagi pengembangan menuju implementasi perangkat keras.