digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Implementasi Artificial Intelligence (AI) berbasis Large Language Model (LLM) dihadapkan pada dua hambatan adopsi utama, yakni tingginya biaya berlangganan layanan cloud serta kerentanan keamanan data pada infrastruktur eksternal. Kedua faktor tersebut memunculkan beban operasional yang tidak realistis, khususnya bagi organisasi dengan anggaran terbatas. Sebagai respons atas kendala tersebut, teknologi local LLM menawarkan solusi alternatif yang lebih rasional secara ekonomi maupun keamanan, karena seluruh proses komputasi dieksekusi secara mandiri pada perangkat keras lokal sehingga memutus ketergantungan sistem terhadap server eksternal. Namun, platform local LLM seperti Open WebUI dirancang terutama bagi pengguna teknis, sehingga antarmuka bawaannya belum memenuhi kebutuhan pengguna non-teknis. Antarmuka tersebut tidak menyediakan panduan orientasi, hierarki visual yang membantu navigasi, maupun mekanisme umpan balik yang jelas ketika sistem sedang memproses data. Kesenjangan antara kapabilitas teknis local LLM dan aksesibilitas antarmukanya bagi pengguna nonteknis inilah yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu suatu area yang belum banyak dieksplorasi secara sistematis dalam literatur. Sistem Data Analysis Agent Tool (DAAT) dikembangkan sebagai solusi berbasis local LLM yang mengeksekusi seluruh tahapan komputasi secara mandiri menggunakan model Qwen3 8B melalui platform Ollama. Sistem ini dirancang agar berjalan optimal pada Graphics Processing Unit (GPU) kelas konsumen seperti NVIDIA RTX 3060 12 GB, dengan rata-rata utilisasi Video Random Access Memory (VRAM) sebesar 6,7 GB. Efisiensi sumber daya tersebut menjadikan DAAT sebagai alternatif komputasi yang lebih rasional secara finansial dibandingkan biaya berlangganan layanan cloud komersial. Dalam kerangka sistem tersebut, penelitian ini secara khusus berfokus pada perancangan dan implementasi subsistem antarmuka pengguna pada platform Open WebUI v0.8.8 dengan sasaran utama pengguna non-teknis. Seluruh kustomisasi dilakukan melalui mekanisme resmi yang disediakan platform, yaitu berkas Cascading Style Sheets (CSS) dan JavaScript kustom serta Tool Function dan Filter Function, tanpa memodifikasi kode sumber Open WebUI. Ruang lingkup implementasi mencakup penerapan tema visual dengan mode terang dan gelap, pengalih bahasa Indonesia dan Inggris yang sekaligus mengganti bahasa antarmuka bawaan platform, layar awal terpandu beserta pintasan tugas dan panel kemampuan, pratinjau dataset yang menampilkan jumlah baris, jumlah kolom, dan tipe kolom yang terdeteksi, peringatan kualitas data, saran pertanyaan yang dibangun dari nama kolom pada berkas pengguna, pemeriksaan nama kolom sebelum pertanyaan dikirim, indikator proses beserta penghitung waktu berjalan, tawaran urung setelah dataset dihapus, serta pengunduhan laporan analisis. Integrasi dengan subsistem backend diwujudkan melalui DAAT Analyze Tool sebagai Tool Function dan DAAT Session Filter sebagai Filter Function. Seluruh keputusan desain dijustifikasi secara eksplisit menggunakan prinsip User Experience (UX) yang telah teruji, sehingga setiap pilihan visual dan interaksi memiliki dasar akademis yang dapat diverifikasi. Evaluasi dilakukan melalui empat metode, yaitu pengujian fungsional terhadap seluruh komponen antarmuka, pengujian kompatibilitas pada peramban Chrome, Safari, Firefox, dan Edge, evaluasi aksesibilitas menggunakan Google Lighthouse beserta axe-core, dan audit performa menggunakan Lighthouse. Pengujian fungsional menghasilkan pass rate 100% dan seluruh fitur antarmuka berjalan konsisten tanpa degradasi fungsi pada keempat peramban. Audit Lighthouse terhadap antarmuka hasil kustomisasi menghasilkan skor Performance 96, Accessibility 100, dan Best Practices 100. Pengujian pembanding dijalankan pada container, backend, model, dan peramban yang sama, dengan lapisan frontend sebagai satu-satunya variabel yang dibedakan. Pada kondisi tersebut, skor Accessibility Open WebUI bawaan tercatat 79 sedangkan antarmuka hasil kustomisasi mencapai 100, dengan empat pelanggaran Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.1 tingkat A dan AA pada kondisi bawaan terselesaikan seluruhnya tanpa penurunan skor Performance. Penelitian ini memberikan dua kontribusi kebaruan terhadap khazanah ilmu pengetahuan. Pertama, penelitian ini menyajikan kerangka perancangan antarmuka berbasis prinsip UX yang diterapkan secara sistematis pada platform local LLM untuk konteks domain spesifik analisis data, yaitu pendekatan yang belum terdokumentasi secara eksplisit dalam literatur sebelumnya. Kedua, penelitian ini membuktikan secara terukur bahwa kustomisasi antarmuka Open WebUI tanpa modifikasi kode sumber mampu meningkatkan aksesibilitas sebesar 21 poin tanpa penurunan performa, sekaligus menghasilkan pengalaman pengguna yang fungsional dan konsisten lintas peramban, apabila setiap keputusan desain dilandaskan pada prinsip UX yang mapan. Kedua temuan tersebut menghasilkan kerangka acuan metodologis yang dapat direplikasi dalam pengembangan antarmuka local LLM untuk aplikasi domain spesifik, khususnya pada konteks pengguna non-teknis dengan keterbatasan sumber daya komputasi.