KARINA RIDZKY AMELIA
EMBARGO  2029-02-25 
EMBARGO  2029-02-25 
KARINA RIDZKY AMELIA
EMBARGO  2029-02-25 
EMBARGO  2029-02-25 
KARINA RIDZKY AMELIA
EMBARGO  2029-02-25 
EMBARGO  2029-02-25 
KARINA RIDZKY AMELIA
EMBARGO  2029-02-25 
EMBARGO  2029-02-25 
KARINA RIDZKY AMELIA
EMBARGO  2029-02-25 
EMBARGO  2029-02-25 
KARINA RIDZKY AMELIA
EMBARGO  2029-02-25 
EMBARGO  2029-02-25 
Ketersediaan bahan kimia dan penggunaan laboratorium untuk mendukung pembelajaran kimia belum merata di sekolah menengah atas di Indonesia, karena keterbatasan bahan kimia, peralatan, alokasi waktu dan sumber daya manusia dalam pengelolaan laboratorium. Solusi seperti pembelajaran berbasis web juga masih terbatas implementasinya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi eksperimen virtual berupa simulasi bahan reaksi kimia, khususnya untuk reaksi yang melibatkan pembentukan endapan, perubahan warna, dan pembentukan kompleks berwarna. Aplikasi ini diharapkan dapat sebagai salah satu fasilitas seperti melakukan eksperimen nyata di laboratorium. Aplikasi simulator reaksi kimia dibuat menggunakan Ibis Paint X dan Construct
2. Evaluasi penggunaan simulator tersebut dilakukan dengan metoda developmental research. Sampel penelitian diambil dari 8 kelas di 3 sekolah dengan subjek penelitian 224 siswa. Data penelitian diperoleh dari data pretest- posttest, angket, dan observasi aktivitas siswa saat menggunakan simulator. Pengolahan dan analisis data menggunakan microsoft excel, meliputi perhitungan N-gain dan reliabilitas KR-21. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai N- gain sebesar 0,579 (kategori sedang), menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media berbasis web cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi reaksi kimia. Hasil uji reliabilitas instrumen pretest sebesar 0,589 (kategori sedang), dan posttest sebesar 0,756 (kategori tinggi), yang menandakan instrumen tes memiliki tingkat konsistensi yang layak digunakan. Selain itu, hasil angket respon siswa menunjukkan sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap media ajar berbasis web, serta hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mampu menggunakan media ajar dengan baik. Oleh karena itu, media ajar berbasis web yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk mendukung pemahaman siswa pada materi reaksi kimia
Perpustakaan Digital ITB