VTuber telah masuk ke Indonesia sejak tahun 2018, namun hingga kini masih banyak celah yang dapat dikejar dalam mengembangkan agensi VTuber di Indonesia. Objektif rencana bisnis ini adalah untuk mengeksplorasi salah satu dari banyak cara agensi VTuber dapat berjalan di Indonesia. Menggunakan pendekatan penarikan pasar dengan framework Outcome Driven Innovation yang digagas oleh Ulwick serta Kano model oleh Noriaki Kano. Riset ini berfokus kepada ProjectLads, agensi yang direncakan, dalam bagaimana agensi tersebut membuat, mengantarkan, dan menangkap values. Ada dua celah ketidakpuasan utama dan dua faktor kepuasan yang dijadikan basis dalam merencanakan rencana bisnis ini. Dua celah ketidakpuasan utama itu ialah burnout dan agency scandal, didapat dari hasil perhitungan framework ODI Uliwck juga safe and respectful community space dan effective talent-manager relationship, didapat dari hasil Kano model sebagai one dimensional factor. ProjectLads menawarkan dua jasa utama sebagai bisnis utamanya, Produksi hiburan & media VTuber serta Manajemen talenta VTuber. ProjectLads memposisikan diri mereka sebagai jawaban dari kebutuhan VTuber sehingga VTuber dapat fokus kepada pekerjaan kreatif mereka dengan tidak memikirkan permasalahan manajemen yang diperlukan.
Perpustakaan Digital ITB