Kombinasi teknologi Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) dan Multiple Input
Multiple Output (MIMO) merupakan strategi andal untuk mencapai efisiensi
spektral tinggi, namun rentan terhadap interferensi akibat imperfect Channel State
Information at Transmitter (CSIT). Rate-Splitting (RS) mengatasi permasalahan ini
dengan membagi pesan pengguna menjadi private dan common message. Rate-
Splitting Multiple Access (RSMA) menjembatani Power-Domain NOMA (PDNOMA)
dan Spatial Division Multiple Access (SDMA), memberikan manajemen
interferensi yang lebih adaptif terhadap berbagai tingkat interferensi. Seiring kebutuhan
cakupan jaringan yang semakin luas melampaui infrastruktur darat, Unmanned
Aerial Vehicle (UAV) sebagai Aerial Base Station (ABS) menawarkan fleksibilitas
penempatan dan kemampuan membentuk tautan line-of-sight (LoS) yang
kuat dengan pengguna di darat.
Disertasi ini mencakup dua kontribusi utama yang saling melengkapi. Pertama,
penelitian ini mengusulkan metode peningkatan kinerja RS melalui pengaturan distribusi
daya (Power Distribution Adjustment, PDA) tanpa meningkatkan jumlah SIC
seiring dengan pertambahan jumlah pengguna. Metode yang diusulkan diterapkan
pada 1-layer RS dan 2-layer Hierarchical RS (HRS), yang selanjutnya disebut 1-
layer RSPDA dan 2-layer HRSPDA, yang hanya memerlukan satu atau dua proses
SIC untuk setiap pengguna. Selain itu, penelitian ini juga menginvestigasi dampak
penambahan pengaturan distribusi daya tersebut terhadap Energy Efficiency (EE)
sistem. Kedua, penelitian ini menganalisis pola trajektori UAV dengan RSMA,
memformulasikan dan menyelesaikan masalah optimasi trajektori UAV berbasis
Particle Swarm Optimization (PSO) dengan pengelompokan pengguna, dan dengan
variasi distribusi pengguna, serta mengusulkan metode alokasi daya berbasis
Newton-Raphson yang efisien secara komputasional.
Hasil simulasi menunjukkan 1-layer RSPDA dan 2-layer HRSPDA meningkatkan
sum rate sistem masing-masing sebesar 13,68% dan 12,64% dibandingkan Generalized
RS pada SNR sebesar 30 dB. Dari sisi efisiensi energi, 1-layer RSPDA berhasil
meningkatkan EE sebesar 15% dibandingkan 1-layer RS ketika daya kompensator
yang digunakan untuk mengatur distribusi daya tersebut sebesar 20 dBm. RSMA
secara konsisten unggul dibandingkan SDMA dan PD-NOMA pada seluruh kondisi
korelasi kanal pengguna, baik sejajar maupun ortogonal. Optimasi trajektori
berbasis PSO meningkatkan sum rate hingga 2,4 bps/Hz dibandingkan jalur yang
tidak dioptimalkan, sementara metode Newton-Raphson mengurangi waktu komputasional
sebesar 98% (51 kali lebih cepat) dibandingkan Exhaustive Search.
Perpustakaan Digital ITB