digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Farras Isfahan Akbar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan industri dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitarnya. KLH sebagai lembaga yang berwenang dalam menangani limbah B3 perlu memonitor banyak industri dan menghadapi kendala dalam menentukan prioritas penanganan industri. KLH telah mengembangkan konsep indeks kedaruratan serta menentukan kriteria-kriteria dalam penentuan indeks kesiapsiagaan untuk penanganan limbah industri. Dalam implementasinya, data industri diproses berdasarkan nilai dari kriteria-kriteria tersebut. Sistem ini diintegrasikan dengan konsep Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode TOPSIS yang dapat memberikan pemeringkatan berdasarkan nilai normalisasi terbobot dari rentang nilai antar industri. Dengan demikian, pemeringkatan yang mendampingi penentuan indeks dapat memperkuat kebutuhan assessment industri serta mendukung pimpinan KLH dalam menentukan tindak lanjut yang sesuai terhadap industri dan menetapkan prioritas penanganan secara lebih tepat. Hasil evaluasi menggunakan pengujian black-box menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 96,1%, pengujian security sebesar 100%, tingkat keberhasilan Completion Rate sebesar 95,45%, dan tingkat kepuasan pengguna sebesar 96,25%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa prototipe sistem ini berpotensi untuk diimplementasikan pada sistem yang berjalan dan menjadi bagian dari pengelolaan limbah B3 dalam mengurangi tingkat bahaya limbah tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat.