Di Indonesia, data dan informasi nasional yang menggambarkan praktik ekonomi
sirkular masih terbatas. Meski demikian, penerapan ekonomi sirkular di Indonesia
telah ditentukan dan diprioritaskan pada lima sektor utama, yaitu pangan, retail
(fokus pada kemasan plastik), elektronik, konstruksi, dan tekstil. Penelitian ini akan
berfokus pada sub-sektor Industri Tekstil yaitu Pertenunan Tekstil. Pemilihan sub-
sektor ini didasarkan pada ketersediaan data yang memadai dan referensi yang
dapat digunakan sebagai landasan dalam merancang model penilaian. Untuk
mendukung implementasi ekonomi sirkular, perusahaan memerlukan alat ukur
yang relevan untuk menilai tingkat penerapan prinsip-prinsip sirkularitas tingkat
mikro yang telah dijalankan. Model self-assessment berfungsi sebagai alat yang
efektif bagi manajemen dan pengambil keputusan dalam mengidentifikasi area
yang masih memerlukan perbaikan, sehingga memungkinkan penyusunan strategi
peningkatan yang lebih terarah. Berdasarkan hasil analisis, tinjauan literatur, dan
masukan dari para ahli, telah diidentifikasi 15 indikator utama yang dapat
digunakan pada alat penilaian mandiri untuk mengukur tingkat perusahaan dalam
menerapkan praktik ekonomi sirkular. Indikator-indikator ini dikembangkan
dengan mengacu pada konsep ekonomi sirkular yaitu narrowing, slowing, closing,
dan regenerating, yang dapat memberikan gambaran umum tentang desain dan
strategi model bisnis dalam mengkategorikan karakteristik Ekonomi Sirkular.
Model self-assessment industri disusun menggunakan skala lima level yang
berlabel yang disebut sebagai Level Penilaian. Level penilaian menggambarkan
perbandingan antara praktik bisnis saat ini dengan kondisi ideal yang diperlukan
untuk mencapai penerapan ekonomi sirkular. Untuk memastikan model sesuai
dengan praktik keberlanjutan yang telah ditetapkan di Indonesia, beberapa level
penilaian mengadopsi batasan yang diatur dalam Standar Industri Hijau No. 37
Tahun 2022, Ekolabel Kategori TPT, dan Strategi Ekonomi Sirkular Sektor Tekstil
oleh Bappenas. Validasi terhadap model penilaian melalui penerapan langsung di
perusahaan tekstil juga dilakukan untuk memastikan bahwa model tersebut dapat
diaplikasikan di industri tekstil.
Perpustakaan Digital ITB