digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Dewi Supryati

Di Indonesia, data dan informasi nasional yang menggambarkan praktik ekonomi sirkular masih terbatas. Meski demikian, penerapan ekonomi sirkular di Indonesia telah ditentukan dan diprioritaskan pada lima sektor utama, yaitu pangan, retail (fokus pada kemasan plastik), elektronik, konstruksi, dan tekstil. Penelitian ini akan berfokus pada sub-sektor Industri Tekstil yaitu Pertenunan Tekstil. Pemilihan sub- sektor ini didasarkan pada ketersediaan data yang memadai dan referensi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam merancang model penilaian. Untuk mendukung implementasi ekonomi sirkular, perusahaan memerlukan alat ukur yang relevan untuk menilai tingkat penerapan prinsip-prinsip sirkularitas tingkat mikro yang telah dijalankan. Model self-assessment berfungsi sebagai alat yang efektif bagi manajemen dan pengambil keputusan dalam mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan, sehingga memungkinkan penyusunan strategi peningkatan yang lebih terarah. Berdasarkan hasil analisis, tinjauan literatur, dan masukan dari para ahli, telah diidentifikasi 15 indikator utama yang dapat digunakan pada alat penilaian mandiri untuk mengukur tingkat perusahaan dalam menerapkan praktik ekonomi sirkular. Indikator-indikator ini dikembangkan dengan mengacu pada konsep ekonomi sirkular yaitu narrowing, slowing, closing, dan regenerating, yang dapat memberikan gambaran umum tentang desain dan strategi model bisnis dalam mengkategorikan karakteristik Ekonomi Sirkular. Model self-assessment industri disusun menggunakan skala lima level yang berlabel yang disebut sebagai Level Penilaian. Level penilaian menggambarkan perbandingan antara praktik bisnis saat ini dengan kondisi ideal yang diperlukan untuk mencapai penerapan ekonomi sirkular. Untuk memastikan model sesuai dengan praktik keberlanjutan yang telah ditetapkan di Indonesia, beberapa level penilaian mengadopsi batasan yang diatur dalam Standar Industri Hijau No. 37 Tahun 2022, Ekolabel Kategori TPT, dan Strategi Ekonomi Sirkular Sektor Tekstil oleh Bappenas. Validasi terhadap model penilaian melalui penerapan langsung di perusahaan tekstil juga dilakukan untuk memastikan bahwa model tersebut dapat diaplikasikan di industri tekstil.