Pemantauan kondisi generator set (genset) pada kereta api diperlukan untuk
mengetahui perubahan parameter operasi yang berkaitan dengan kondisi kerja
mesin. Salah satu parameter penting yang dipantau adalah tekanan oli (oil pressure)
karena berkaitan langsung dengan sistem pelumasan. Penelitian ini
mengembangkan dan membandingkan model prediksi oil pressure menggunakan
arsitektur Gated Recurrent Unit (GRU) dan Long Short-Term Memory (LSTM)
berbasis data historis sensor genset P07802. Setelah melalui tahap pra-pemrosesan,
segmentasi, rekayasa fitur, dan pembentukan data deret waktu menggunakan
metode sliding window, diperoleh 627.651 rekaman dengan 14 fitur input yang
mencakup riwayat tekanan oli, fitur statistik dan perubahan historis, serta beberapa
parameter operasi pendukung.
Kinerja model dievaluasi menggunakan MAE, RMSE, R², MAPE, serta
dibandingkan dengan baseline naïve T-1. Hasil full validation menunjukkan bahwa
LSTM memberikan performa sedikit lebih baik dibandingkan dengan GRU. Model
LSTM menghasilkan MAE sebesar 4,0638 kPa, RMSE sebesar 5,8916 kPa, R²
sebesar 0,8545, dan MAPE sebesar 0,9721%, serta menurunkan RMSE sebesar
11,97% dibandingkan baseline naïve T-1. Hasil prediksi juga dianalisis
menggunakan pendekatan threshold dan time-to-threshold untuk memberikan
interpretasi tambahan terhadap kecenderungan perubahan tekanan oli menuju batas
warning dan critical. Karena data historis yang digunakan didominasi oleh kondisi
operasi normal, analisis tersebut diposisikan sebagai kerangka awal pemantauan
kondisi berbasis data dan belum merupakan validasi terhadap gangguan aktual.
Secara keseluruhan, LSTM memberikan performa prediksi terbaik pada target
utama oil pressure, sedangkan GRU tetap menunjukkan performa yang kompetitif.
Perpustakaan Digital ITB