abstrak_ Andrea Adeline Dewanto [13322027]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Suhu modul merup?kan faktor utama yang mempengaruhi efisiensi dan ketahanan
sistem fotovoltaik, khususnya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
terapung yang diharapkan memberik?n keuntungan dari sisi pendinginan. Penelitian
ini bertujuan mengembangkan model prediksi suhu modul dengan koreksi koefisien
berbasis data untuk kondisi darat dan perairan pada iklim tropis. Karakterisasi iklim
dilakukan menggun?kan data primer instalasi PV darat di Gedung CAS ITB,
sementara pemilihan dan kalibrasi model menggun?kan data suhu modul terukur dari
dataset PV perairan Florida. Tiga model prediksi suhu, yaitu Faiman, NOCT, dan
Sandia, dibandingkan. Model Faiman terpilih karena memiliki bias terkecil serta
struktur koefisien yang dapat dikalibrasi secara fisik. Kalibrasi dilakukan melalui
mekanisme umpan balik proporsional yang mengoreksi koefisien kehilangan panas
(U0) secara iteratif. Hasil kalibrasi memperoleh U0 sebesar 25,00 W/m²K untuk
kondisi darat dan 29,87 W/m²K untuk kondisi perairan dengan nilai U1 ditetapkan
sebesar 2,00 W·s/m³K. Pengujian data independen menunjukkan penurunan RMSE
dari 5,80°C menjadi 3,45°C dan peningkatan R² dari 0,304 menjadi 0,753.
Penerapan pada enam danau di Bali sebagai analisis sensitivitas orde pertama
menghasilkan selisih suhu modul 1,76°C antara kondisi darat dan perairan, setara
dengan uplift energi 0,94%. Besaran uplift yang marginal ini mengindikasikan
bahwa keuntungan termal instalasi terapung di iklim tropis lebih kecil dibanding
asumsi literatur iklim sedang, akibat kelembaban tinggi dan kecepatan angin yang
rendah.
Perpustakaan Digital ITB