Transformasi digital sektor publik mendorong pemerintah daerah menyediakan
layanan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat. Salah satu
implementasinya adalah Sapawarga, aplikasi layanan publik digital terintegrasi
yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, penerimaan
masyarakat terhadap Sapawarga tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi,
tetapi juga oleh faktor sosial, persepsi terhadap aplikasi, kepercayaan terhadap
pemerintah, dan sikap terhadap penggunaannya. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan model penerimaan Sapawarga serta menganalisis faktor-faktor
yang memengaruhi sikap dan niat masyarakat untuk menggunakannya. Model
penelitian dikembangkan dengan mengintegrasikan Unified Model of Electronic
Government Adoption (UMEGA), Diffusion of Innovation (DOI), dimensi budaya,
serta dukungan pemimpin lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
melalui penyebaran kuesioner kepada 246 responden yang berdomisili di Provinsi
Jawa Barat dan berusia minimal 17 tahun. Data dianalisis menggunakan Partial
Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa social influence dan perceived local leader support
berpengaruh signifikan terhadap awareness. Awareness berpengaruh signifikan
terhadap perceived compatibility, performance expectancy, effort expectancy, serta
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perceived risk. Perceived compatibility,
performance expectancy, dan effort expectancy berpengaruh signifikan terhadap
attitude, sedangkan perceived risk tidak berpengaruh signifikan terhadap attitude.
Trust in government berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perceived risk
serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to use. Attitude
berpengaruh signifikan terhadap intention to use, sedangkan collectivism dan
uncertainty avoidance tidak berpengaruh signifikan terhadap intention to use.
Model penelitian mampu menjelaskan variasi attitude dan intention to use dengan
nilai R² sebesar 0,542 dan 0,585. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa
penerimaan Sapawarga dapat diperkuat melalui peningkatan awareness masyarakat,
pembentukan persepsi positif terhadap kesesuaian, manfaat, dan kemudahan
penggunaan aplikasi, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Perpustakaan Digital ITB