digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Transformasi digital sektor publik mendorong pemerintah daerah menyediakan layanan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat. Salah satu implementasinya adalah Sapawarga, aplikasi layanan publik digital terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, penerimaan masyarakat terhadap Sapawarga tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi, tetapi juga oleh faktor sosial, persepsi terhadap aplikasi, kepercayaan terhadap pemerintah, dan sikap terhadap penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model penerimaan Sapawarga serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan niat masyarakat untuk menggunakannya. Model penelitian dikembangkan dengan mengintegrasikan Unified Model of Electronic Government Adoption (UMEGA), Diffusion of Innovation (DOI), dimensi budaya, serta dukungan pemimpin lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 246 responden yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat dan berusia minimal 17 tahun. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social influence dan perceived local leader support berpengaruh signifikan terhadap awareness. Awareness berpengaruh signifikan terhadap perceived compatibility, performance expectancy, effort expectancy, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perceived risk. Perceived compatibility, performance expectancy, dan effort expectancy berpengaruh signifikan terhadap attitude, sedangkan perceived risk tidak berpengaruh signifikan terhadap attitude. Trust in government berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perceived risk serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to use. Attitude berpengaruh signifikan terhadap intention to use, sedangkan collectivism dan uncertainty avoidance tidak berpengaruh signifikan terhadap intention to use. Model penelitian mampu menjelaskan variasi attitude dan intention to use dengan nilai R² sebesar 0,542 dan 0,585. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan Sapawarga dapat diperkuat melalui peningkatan awareness masyarakat, pembentukan persepsi positif terhadap kesesuaian, manfaat, dan kemudahan penggunaan aplikasi, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.