Tingkat penetrasi pembayaran nontunai di Indonesia meningkat pesat, namun
sebagian besar penelitian adopsi teknologi masih menggunakan niat perilaku
sebagai variabel dependen utama, dan belum memodelkan Sikap sebagai mediator
afektif antara Kepercayaan, Kecemasan, dan Niat Perilaku. Penelitian ini
mengembangkan model berbasis UTAUT2 yang diperluas dengan tiga konstruk
tambahan tersebut, dengan Perilaku Penggunaan sebagai variabel dependen akhir.
Desain Mixed Method Sequential diterapkan: fase kualitatif berupa studi
pendahuluan pada tiga UMKM kuliner Bandung, dilanjutkan fase kuantitatif
menggunakan PLS-SEM dengan 215 responden konsumen kuliner Kota Bandung.
Dari 13 hipotesis yang diuji, tujuh diterima. Kebiasaan menjadi prediktor paling
kuat terhadap Perilaku Penggunaan (?=0,727), sementara Niat Perilaku tidak
berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Penggunaan karena telah diambil alih
oleh Kebiasaan pada pengguna jangka panjang. Sikap memediasi pengaruh
Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Usaha, dan Kepercayaan terhadap Niat Perilaku,
dengan jalur Kepercayaan-Sikap-Niat Perilaku sebagai jalur mediasi terkuat
(?=0,226). Temuan ini memiliki implikasi konkret bagi kebijakan inklusi keuangan
digital: keandalan infrastruktur yang konsisten mendukung keberlangsungan
kebiasaan bertransaksi, dan komunikasi berbasis kepercayaan lebih efektif daripada
insentif harga dalam membentuk niat penggunaan.
Perpustakaan Digital ITB