digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tingkat penetrasi pembayaran nontunai di Indonesia meningkat pesat, namun sebagian besar penelitian adopsi teknologi masih menggunakan niat perilaku sebagai variabel dependen utama, dan belum memodelkan Sikap sebagai mediator afektif antara Kepercayaan, Kecemasan, dan Niat Perilaku. Penelitian ini mengembangkan model berbasis UTAUT2 yang diperluas dengan tiga konstruk tambahan tersebut, dengan Perilaku Penggunaan sebagai variabel dependen akhir. Desain Mixed Method Sequential diterapkan: fase kualitatif berupa studi pendahuluan pada tiga UMKM kuliner Bandung, dilanjutkan fase kuantitatif menggunakan PLS-SEM dengan 215 responden konsumen kuliner Kota Bandung. Dari 13 hipotesis yang diuji, tujuh diterima. Kebiasaan menjadi prediktor paling kuat terhadap Perilaku Penggunaan (?=0,727), sementara Niat Perilaku tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Penggunaan karena telah diambil alih oleh Kebiasaan pada pengguna jangka panjang. Sikap memediasi pengaruh Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Usaha, dan Kepercayaan terhadap Niat Perilaku, dengan jalur Kepercayaan-Sikap-Niat Perilaku sebagai jalur mediasi terkuat (?=0,226). Temuan ini memiliki implikasi konkret bagi kebijakan inklusi keuangan digital: keandalan infrastruktur yang konsisten mendukung keberlangsungan kebiasaan bertransaksi, dan komunikasi berbasis kepercayaan lebih efektif daripada insentif harga dalam membentuk niat penggunaan.