digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Tomy Syaputra
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Distribusi material pasang baru pada sektor ketenagalistrikan memerlukan sistem logistik yang efisien dan terstruktur untuk mendukung keandalan layanan kepada pelanggan. Di PT PLN (Persero) UID Lampung, distribusi material diselenggarakan melalui sistem dua eselon, yaitu aliran material dari pemasok ke gudang Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan selanjutnya ke Unit Layanan Pelanggan (ULP). Dalam praktik operasional, masih dijumpai ketidakseimbangan aliran material, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat persediaan pada beberapa ULP meskipun stok di tingkat UP3 relatif tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengaturan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi belum direncanakan secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model distribusi material dua eselon yang mengintegrasikan biaya transportasi dan biaya penyimpanan, dengan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi sebagai variabel keputusan utama. Permasalahan ini diformulasikan menjadi model biner integer kudratik (Biner Integer Quadratik Programming/BIQP) dan disesuaikan dengan karakteristik operasional distribusi material pasang baru di PT PLN (Persero) UID Lampung. Model dirancang untuk meminimalkan total biaya logistik tanpa mengubah struktur jaringan distribusi yang bersifat tetap. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penerapan model optimasi mampu menurunkan total biaya logistik dibandingkan dengan kondisi baseline. Implementasi model menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp 15.423.833 atau setara dengan efisiensi 4,03% dari total biaya distribusi. Hasil uji sensitifitas stabil terhadap perubahan biaya simpan dan biaya transportasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi secara terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi distribusi material pada sistem dua eselon serta mendukung pengambilan keputusan logistik yang lebih sistematis di lingkungan PLN.