2026 FAUREN ATHIRA KHANZA ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» Gedung UPT Perpustakaan
Gelombang soliter banyak digunakan untuk merepresentasikan propagasi gelombang
nonlinier di pesisir karena mempertahankan bentuk dan amplitudonya melalui keseimbangan
efek nonlinier dan dispersi. Penelitian ini mengembangkan model Boussinesq
tak berdimensi termodifikasi, berbasis formulasi standar tipe Peregrine dengan koefisien
dispersi terkalibrasi dan parameter gesekan dasar spasial, untuk mensimulasikan
propagasi gelombang soliter. Simulasi dilakukan pada tiga konfigurasi batimetri pesisir,
yaitu dasar datar, pantai berlereng, dan terumbu karang. Model didiskretisasi
menggunakan finite volume method dengan operator dispersi yang diselesaikan secara
implisit, sedangkan parameter model dan skema numerik dioptimasi menggunakan
Genetic Algorithm (GA) dengan meminimumkan RMSE terhadap solusi analitik (dasar
datar) dan data eksperimen laboratorium (pantai berlereng dan terumbu karang).
Hasil validasi menunjukkan kesesuaian yang baik pada ketiga konfigurasi, dengan
penyimpangan terbesar terjadi pada fase transisi menuju wave breaking, mencerminkan
keterbatasan model Boussinesq satu dimensi berbasis rata-rata kedalaman dalam
merepresentasikan proses pecah gelombang yang kompleks. Analisis lebih lanjut menunjukkan
bahwa parameter disipasi hasil kalibrasi GA bergantung pada resolusi grid
dan karakteristik batimetri tempat parameter tersebut dikalibrasi, sehingga tidak bersifat
universal dan memerlukan kalibrasi ulang pada konfigurasi berbeda. Temuan ini menegaskan
bahwa meskipun GA efektif mencari parameter optimum untuk suatu kasus,
transferabilitasnya tetap dibatasi oleh karakteristik domain komputasi.
Perpustakaan Digital ITB