Perkembangan pesat Internet of Things (IoT) telah mendorong munculnya Sistem
Cerdas (Smart System) seperti Smart City dan Smart Agriculture. Namun,
implementasi saat ini masih terhambat oleh arsitektur sensing konvensional yang
bersifat terfragmentasi (silo), keterbatasan energi di area rural, serta ancaman
privasi dan beban komputasi tinggi pada pengumpulan data dinamis di perkotaan.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model arsitektur sensing terpadu bernama
Unified and Sustainable Sensing as a Service (USSenaaS) untuk mencapai
ketersediaan (availability) dan keandalan (reliability) layanan data. Metodologi
yang digunakan adalah Design Science Research Methodology (DSRM) yang
dipadukan dengan pendekatan Rekayasa Sistem. Model arsitektur USSenaaS
mengintegrasikan manajemen node sensor statis (berbasis energy harvesting) dan
node dinamis (vehicular crowdsensing) ke dalam satu model. Pada lapisan edge,
diusulkan modul Adaptive Sensor Selection dan Hybrid Privacy-Preserving
Framework (HE + SMPC) untuk menjamin keamanan tanpa mengorbankan latensi.
Validasi dilakukan melalui pendekatan dual-living lab di Perkebunan Tebu Subang
(statis-rural) dan platform Bandung CitySense (dinamis-urban). Hasil pengujian
menunjukkan bahwa platform USSenaaS mencapai nilai ketersediaan rata-rata
0,9866 dan keandalan 0,9989. Pada skenario silmulasi data nyata vehicular sensing,
mekanisme seleksi adaptif berhasil mereduksi volume data sebesar 70,4% dan
mempercepat pemrosesan hingga 9,5 kali lipat dibandingkan standar enkripsi
homomorfik konvensional, dengan tetap menjaga integritas sinyal data. Penelitian
ini menunjukkan bahwa model arsitektur sensing yang terpadu dan berkelanjutan
dapat menjadi landasan bagi sistem pengambilan keputusan otonom yang efisien
pada sistem cerdas.
Perpustakaan Digital ITB