Teknologi pemisahan hidrogen memiliki peran penting dalam aplikasi hidrogen
sebagai energi pembawa (carrier energy) bersih masa depan. Teknologi membran
berbasis paladium merupakan salah satu teknologi yang terus dikembangkan
sebagai teknologi pemisahan hidrogen dengan selektivitas sangat tinggi yang
mencapai 100%. Logam paladium merupakan logam dengan harga yang mahal dan
langka serta memiliki ketahanan mekanik dan termal yang kurang baik. Salah satu
metode untuk memperbaiki sifat tersebut adalah dengan memodifikasinya menjadi
paduan dengan logam lain seperti Ag, Cu, dan Au. Membran paduan Pd-Ag
dilaporkan memiliki permeabilitas H2 relatif tinggi dibandingkan dengan paduan
logam lain. Sementara itu, membran paduan Pd-Ag-Au dilaporkan memiliki
ketahanan kimia yang baik. Membran Pd-Ag dan Pd-Ag-Au menjadi pilihan utama
dalam pengembangan membran binary dan ternary dengan selektivitas dan
ketahanan kimia yang tinggi untuk proses pemisahan H2.
Berbagai metode sintesis membran berbasis paladium telah dikembangkan oleh
para peneliti sebelumnya. Dari berbagai metode sintesis membran tersebut,
membran berbasis paladium yang menggunakan metode sintesis electroless plating
memiliki permeabilitas hidrogen yang tinggi. Untuk mendapatkan metode
electroless plating yang optimal, berbagai modifikasi telah dikembangkan, seperti
variasi komposisi bak pelapisan, variasi bahan kimia yang digunakan, penggunaan
kondisi vakum, tekanan osmosis, dan juga variasi yang berkaitan dengan prosedur
pelapisan electroless plating. Studi terkait pengaruh tingkat vakum yang berbeda
pada proses electroless plating terhadap karakteristik membran paduan berbasis
paladium belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini akan mengkaji
pengaruh aplikasi vakum pada proses pembuatan membran Pd-Ag dan Pd-Ag-Au
dengan metode electroless plating. Membran paduan paladium diaplikasikan untuk
pemisahan hidrogen dengan umpan berupa campuran gas. Keberadaan gas pengotor
dalam umpan menjadi salah satu tantangan dalam aplikasi membran berbasis
paladium. Gas pengotor di umpan dapat menjadi inhibitor maupun menjadi
penyebab terjadinya fenomena polarisasi konsentrasi untuk hidrogen berpermeasi
di permukaan membran paladium. Fenomena ini dapat menurunkan kinerja membran secara signifikan. Evaluasi kinerja membran Pd-Ag yang disintesis
dengan bantuan vakum dipelajari dalam penelitian ini. Evaluasi kinerja membran
Pd-Ag dilakukan secara tunak maupun dinamik. Evaluasi secara tunak dilakukan
untuk mengetahui efek tiap gas pengotor yang terlibat terhadap nilai fluks H2.
Sementara itu, operasi dinamik digunakan untuk mengurangi efek inhibisi maupun
fenomena polarisasi konsentrasi yang terjadi karena kehadiran gas pengotor di sisi
umpan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan membran
berbasis paladium untuk proses pemisahan hidrogen serta melakukan evaluasi
kinerja membran dengan adanya gas pengotor berupa CH4, CO, CO2, dan H2O
dalam keadaan tunak dan dinamik.
Dalam penelitian ini, sintesis membran berbasis paladium dilakukan dengan
metode electroless plating secara sirkulasi dengan modifikasi kondisi vakum.
Pelapisan dilakukan secara berurutan di mana pelapisan paladium dilakukan
terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan pelapisan perak. Dua tingkat vakum yang
berbeda digunakan dalam proses pelapisan paladium, yaitu -1 inHg dan -5 inHg.
Proses anealing dilakukan pada suhu 600 oC selama 6 jam dalam lingkungan
hidrogen untuk membentuk membran paduan. Membran Pd-Ag dan Pd-Ag-Au
yang dihasilkan selanjutnya dianalisis menggunakan SEM EDS, XRD, dan AFM.
Evaluasi membran dilakukan secara tunak maupun dinamik dengan melibatkan
empat gas pengotor berupa CH4, CO, CO2, H2O, dan Argon sebagai balancing gas
pada suhu permeasi medium, yaitu 300 oC. Keempat gas tersebut
merepresentasikan gas yang terlibat dalam reaksi reformasi kukus maupun kering
dan juga penggeseran air gas. Evaluasi kinerja membran dilakukan dengan
menggunakan rangkain peralatan uji coba membran dengan konfigurasi shell dan
tube yang dilengkapi dengan mass flow controller, heater, furnace, kondensor,
temperature controller, dan on-line Gas Chromatography.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan vakum dapat mempercepat
deposisi logam pada permukaan alumina dan menghasilkan lapisan paladium yang
lebih tipis dengan ketebalan 7,28 ± 0,57 ?m dan kekasaran permukaan rata-rata
19,27 nm. Namun, penggunaan vakum juga dapat menginisiasi terjebaknya
pengotor pada permukaan membran, yang menghasilkan membran yang lebih tebal.
Proses anil dengan suhu lebih rendah dan waktu yang lama dapat lebih baik
membuat paduan logam yang homogen dibandingkan suhu tinggi dan waktu yang
singkat. Pemilihan pendukung alumina yang baik sangat menentukan keberhasilan
proses pelapisan logam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai permeabilitas H2
membran Pd-Ag (M1) pada suhu 300 oC menunjukkan nilai terbaik, yaitu 6,85 x
10-9 mol·m-1·detik-1·Pa-0,5 dibandingkan dengan membran Pd-Ag (M4) dan Pd-Ag-
Au (M7). Nilai permeabilitas H2 meningkat dengan kenaikan suhu permeasi. Nilai
permeabilitas H2 dipengaruhi oleh komposisi membran, metode pembuatan, dan
proses anil. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa energi aktivasi membran Pd-Ag
(M1), yaitu 4,12 kJ/mol lebih kecil dibandingkan nilai energi aktivasi membran Pd-
Ag-Au (M7), yaitu 8,64 kJ/mol. Penambahan komponen Au dapat meningkatkan
energi penghalang untuk gas berpermeasi melewati kisi logam.
Selanjutnya, hasil evaluasi dengan menggunakan berbagai gas pengotor
menunjukkan bahwa gas CO2, CH4, H2O, dan Ar menunjukkan efek non inhibisi pada permukaan membran Pd-Ag. Penurunan fluks H2 dengan kehadiran gas
tersebut hanya karena efek pengenceran. Hal ini berbeda dengan gas CO yang
menunjukkan efek inhibisi pada permukaan membran. Hasil evaluasi menunjukkan
bahwa efek inhibisi gas CO tidak cukup signifikan pada membran Pd-Ag
dibandingkan dari berbagai laporan peneliti terdahulu. Sementara itu, membran Pd-
Ag-Au memiliki CO adsorption coverage yang lebih rendah dibandingkan Pd-Ag.
Hasil evaluasi Hukum Sieverts dengan kehadiran gas pengotor menunjukkan bahwa
model persamaan yang dikembangkan oleh Barbierri dkk. cukup baik
merepresentasikan hasil penelitian pada kondisi permeasi yang digunakan. Hasil
fitting konstanta menunjukkan bahwa nilai konstanta adsorpsi gas CO lebih besar
dibandingkan dengan gas lainnya. Hal ini mengindikasi ada ikatan kuat antara gas
CO dan membran Pd-Ag.
Hasil evaluasi dengan operasi dinamik menunjukkan bahwa operasi dinamik telah
berhasil meningkatkan kinerja membran Pd-Ag. Hal ini terlihat dari peningkatan
nilai fluks H2 dan persen penjumputan H2 dibandingkan saat kondisi tunak.
Peningkatan ini mungkin disebabkan oleh efek perturbasi yang dihasilkan dengan
operasi dinamik dapat secara efektif menurunkan efek inhibisi maupun efek
polarisasi konsentrasi di sisi umpan. Kondisi optimum operasi dinamik dipengaruhi
oleh banyak variabel seperti nilai switching time, pola input yang digunakan, nilai
amplitudo umpan, serta komposisi umpan yang digunakan. Misalnya saat
menggunakan umpan gas campuran, nilai switching time optimal adalah 10 menit
dengan amplitudo umpan kecil yaitu 80/120 mL/menit. Persen peningkatan fluks
tertinggi sebesar 17,2% diperoleh dengan operasi dinamik dengan pola injeksi
reguler selama 10 detik dengan nilai switching time 8 menit dengan menggunakan
umpan gas campuran.
Perpustakaan Digital ITB