ABSTRAK_Timothy Taro Tarigan [13320039]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Transisi energi menuju sumber terbarukan menuntut keandalan tinggi dari Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) dalam menjaga stabilitas jaringan smart microgrid. Namun, operasional baterai Lithium-ion memiliki risiko degradasi dan keselamatan signifikan jika tidak dikelola dengan presisi. Tantangan utama saat ini adalah penyajian data mentah yang kompleks, menyulitkan interpretasi cepat oleh operator dan meningkatkan risiko kegagalan sistem akibat keterlambatan deteksi anomali. Tugas akhir ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan kondisi berbasis Internet of Things (IoT) yang mentransformasi data teknis menjadi wawasan operasional intuitif dan dapat ditindaklanjuti.
Metodologi Tugas Akhir mengadopsi kerangka kerja Smart Grid Architecture Model (SGAM) untuk menjamin interoperabilitas sistem. Sistem mengintegrasikan akuisisi data beresolusi tinggi dari sensor mikrokontroler ESP32 dan hybrid inverter melalui protokol komunikasi digital. Data diproses melalui mekanisme Extract, Transform, Load (ETL) dan disimpan dalam basis data terstruktur. Perancangan antarmuka (Human-Machine Interface) menerapkan prinsip High Performance HMI (HPHMI) yang memprioritaskan kesadaran situasional dengan menyajikan informasi dalam konteks batas operasional aman.
Hasil tugas akhir menunjukkan keberhasilan integrasi 43 parameter unik yang mencakup aspek elektrikal dan status operasional. Evaluasi kinerja sistem berdasarkan karakteristik Big Data (5V) menunjukkan hasil yang andal: Volume data aktual efisien (7,93 byte/detik); Velocity dengan latensi rata-rata 2,4 detik; Veracity mencapai validitas data 99,97%; Variety mencakup keragaman tipe data; serta Value terbukti tinggi dengan skor kebermanfaatan 81/100. Kontribusi tugas akhir ini terletak pada implementasi deteksi ketidaknormalan ganda (aturan ambang batas dan status perangkat) serta fitur pencatatan kejadian otomatis berbasis webhook. Kontribusi utama tugas akhir ini adalah penyediaan alat bantu analisis yang mendukung transisi strategi pemeliharaan dari reaktif menjadi proaktif, serta memperkaya perancangan arsitektur pengawasan energi yang efektif.
Perpustakaan Digital ITB