digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800







DAFTAR PUSTAKA HILMAN FAZRI RUKMANA
EMBARGO  2029-01-13 

LAMPIRAN HILMAN FAZRI RUKMANA
EMBARGO  2029-01-13 

Wilayah penyangga Jatinangor, khususnya Desa Cinanjung, mengalami transformasi spasial yang signifikan akibat ekspansi kampus, urbanisasi, dan perubahan struktur sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan terpadu berkelanjutan pada kawasan terpadu strategis di Desa Cinanjung, dengan mempertimbangkan fungsi penyangga, daya dukung lingkungan, dan aspirasi masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) yang meliputi analisis spasial-temporal citra satelit (2015–2025), survei kuesioner terhadap 174 responden, wawancara mendalam, dan lokakarya partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mengalami fragmentasi spasial, penurunan ruang terbuka hijau, dan kesenjangan antara permukiman dengan fasilitas publik. Mayoritas responden (78,7%) memprioritaskan fungsi sosial, diikuti ekonomi (69,5%) dan pendidikan (67,8%). Berdasarkan analisis tersebut, dirumuskan dua skenario desain terpadu: Tapak Merah (±2 ha) sebagai Urban Hub (pusat pelayanan, ekonomi kreatif, dan ruang publik hijau) dan Tapak Kuning (±4 ha) sebagai Eco Hub (agrowisata, konservasi mata air, dan edukasi lingkungan). Skenario ini mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan hidrologis dan ekologis. Rekomendasi kebijakan mencakup integrasi skenario ke dalam RPJMDes dan RTRW Desa, pembentukan badan pengelola kolaboratif, serta agenda riset lanjutan berupa pemodelan hidrologi dan sistem pemantauan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kawasan terpadu berbasis keberlanjutan dapat menjadi strategi mitigasi fragmentasi, peningkatan kualitas lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal di wilayah penyangga pendidikan.