Konsumsi bahan bakar minyak terus mengalami peningkatan, berbanding terbalik dengan cadangan minyak bumi yang terus berkurang setiap tahunnya. Bahan bakar minyak nabati dari sawit adalah salah satu bahan bakar alternatif yang dapat dijadikan bahan bakar oktan tinggi. Katalis yang biasa digunakan untuk perengkahan minyak nabati yaitu HZSM-5 zeolite dikarenakan ukuran porinya yang bersifat selektif (bertindak sebagai penyaring molekul) dan keasaman intrinsiknya yang kuat sehingga dapat mengarahkan produk menjadi fraksi bensin yang berkualitas tinggi. Namun, keasaman yang tinggi juga membuat katalis HZSM-5 dikenal memiliki stabilitas yang rendah dan umur pakai yang pendek. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan katalis HZSM-5 yang berfokus pada peningkatan stabilitas hidrotermal tanpa mengurangi kualitas bahan bakar oktan tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan katalis HZSM-5 dengan variasi rasio mol Si/Al (30–80) lalu di modifikasi silikalit-1 dengan variasi rasio mol TPABr/SiO2 (0,2–0,8) metode inti-cangkang dan fosfor dengan variasi rasio mol P/Al (0–1) metode impregnasi basah. Hasil menunjukkan bahwa katalis HZ-30 memiliki perolehan OLP (43,43%) tertinggi, kandungan bensin (90,13%) dan nilai RON (113) yang tinggi. Katalis HZ@Si-0,2 yang memiliki rasio TPABr/SiO2 terendah berhasil membentuk lapisan silikalit-1 yang terbaik dengan perolehan OLP (34,89%), kandungan bensin (84,59%) yang turun signifikan dengan sedikit penurunan RON (108) dan peningkatan pembentukan kokas (10,33%) yang tinggi. Impregnasi fosfor mampu mempertahankan kinerja katalitik katalis dan meningkatkan umur pakai katalis. Katalis HZP-0,5 yang memiliki rasio mol P/Al sebesar 0,5 menunjukkan kinerja katalitik yang terbaik dengan berhasil mempertahankan perolehan OLP (42,06%), kandungan bensin (91,80%), dan nilai RON (112) yang tinggi serta secara signifikan mampu menurunkan pembentukan kokas (2,55%). Selain itu juga, mampu meningkatkan umur pakai katalis dari 8 jam (HZ-30) menjadi 14 jam.
Perpustakaan Digital ITB