Plastik merupakan hasil pengolahan kimia sintetis yang berperan penting dalam industri manufaktur, dengan salah satu bahan baku utama plasticizer berupa 2-etilheksanol (2-EH) yang diproduksi melalui hidrogenasi 2-etilheksenal menggunakan katalis berbasis nikel (Ni). Penelitian ini bertujuan mengembangkan katalis Ni berpromotor Cu, K, dan Zn pada penyangga Al?O?-SiO?. Penyangga disintesis dengan variasi rasio Al?O?/SiO?, kadar metil selulosa, asam asetat, dan penambahan air, sedangkan katalis disintesis menggunakan metode impregnasi kering. Karakterisasi dilakukan menggunakan BET, XRD, XRF, dan GC-FID, sedangkan uji aktivitas dilakukan pada reaktor unggun tetap dengan reduksi katalis pada 400°C dan 3 barg serta reaksi pada 30 bar, suhu 120-140°C, LHSV 1,667 h?¹, dan laju alir reaktan 0,1 mL/menit. Penyangga optimum diperoleh pada formulasi AS-Opt (Al?O?/SiO? = 3:1, 8%wt metil selulosa, 4%wt asam asetat, dan penambahan air sebesar y = 0,22273x ± 4%) dengan crushing strength 5,48 daN, luas permukaan 274,631 m²/g, dan volume pori 0,731 cm³/g. Asam asetat meningkatkan kekuatan mekanik, metil selulosa meningkatkan luas permukaan dan volume pori, sedangkan peningkatan rasio alumina meningkatkan volume pori, diameter pori, dan crushing strength. Seluruh penyangga memiliki struktur mesopori, sementara analisis XRD hanya menunjukkan puncak difraksi NiO. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa katalis NiC memberikan performa terbaik dibandingkan seluruh variasi katalis yang diuji maupun katalis pada penelitian sebelumnya, dengan menghasilkan konversi, selektivitas, dan yield 2-etilheksanol tertinggi pada kondisi operasi 120°C dan 30 bar. Peningkatan kinerja tersebut dipengaruhi oleh promotor Cu yang meningkatkan aktivasi hidrogen dan memfasilitasi pemutusan ikatan karbonil. Sebaliknya, penambahan K menurunkan konversi dan selektivitas akibat gangguan terhadap adsorpsi dan disosiasi H? pada situs aktif Ni, sedangkan Zn mempertahankan konversi melalui perbaikan struktur pori dan luas permukaan spesifik, tetapi tidak meningkatkan selektivitas secara langsung. Pada katalis NiC-K0,5Zn1,5, Zn mampu memulihkan konversi yang menurun akibat penambahan K, namun belum mampu mengatasi efek elektronik negatif K sehingga selektivitas tetap menurun pada suhu tinggi.
Perpustakaan Digital ITB