COVER Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Athala Rania Insyra
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Perkembangan infrastruktur jaringan modern memicu lonjakan volume lalu lintas
data yang masif, sehingga menuntut sistem pemrosesan paket memiliki kinerja
tinggi yang mampu menangani penerimaan paket data bervolume besar secara
simultan. Pada arsitektur konvensional berbasis Linux, pemrosesan paket pada
perangkat jaringan bergantung pada tumpukan protokol standar (standard kernel
network stack). Jalur ini memiliki keterbatasan skalabilitas saat menerima paket
dalam jumlah jutaan per detik akibat tingginya beban interupsi perangkat lunak
(softirq) dan alokasi memori sk_buff yang kompleks. Kondisi tersebut memicu
bottleneck yang menyebabkan degradasi throughput karena banyak paket gagal
diterima akibat ketidakmampuan kernel standar mengimbangi laju trafik. Di sisi
lain, solusi kernel bypass tradisional seperti DPDK atau VPP mampu
mengeliminasi kendali kernel untuk mendongkrak performa, namun memiliki
kelemahan fatal pada aspek keamanan dan efisiensi. Arsitektur pure bypass pada
DPDK atau VPP menyebabkan hilangnya kendali fungsi keamanan native kernel
sehingga tidak dapat melakukan inspeksi isi paket secara langsung, di samping
adanya masalah konsumsi daya akibat alokasi CPU core sebesar 100% secara
konstan untuk mekanisme busy-polling. Guna mengatasi dilema arsitektur tersebut,
Tugas Akhir ini mengusulkan implementasi jalur data cepat di dalam kernel
jaringan (in-kernel fast path data plane) pada node pengujian menggunakan
integrasi teknologi extended Berkeley Packet Filter (eBPF) dan eXpress Data Path
(XDP) yang menggabungkan performansi tinggi dengan kapabilitas stateless
firewall yang tertanam langsung pada level terendah kernel.
Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengimplementasikan, dan memvalidasi
sistem pada node pemroses paket yang mampu memaksimalkan volume paket data
yang diterima hingga menyamai solusi kernel bypass, namun tetap
mempertahankan fungsi inspeksi keamanan paket (firewalling) serta efisiensi CPU
secara proporsional tanpa mekanisme busy-polling. Metodologi penelitian dibagi
ke dalam tiga subsistem terintegrasi: subsistem eksperimen permrosesan
eBPF/XDP menggunakan library cillium/ebpf berbasis Go, subsistem orkestrasi
testbed multi-node menggunakan playbook Ansible, serta subsistem dashboard
interaktif berbasis React.js. Pengujian eksperimen dieksekusi menggunakan
perangkat general-purpose server pada Testbed ITB dengan network interface card
25Gbps untuk mengukur secara komparatif kemampuan throughput utilisasi CPU,
dan fungsionalitas sistem XDP dibandingkan dengan linux kernel dan VPP.
ii
Berdasarkan hasil pengujian melalui berbagai skenario eksperimen otomatis pada
lingkungan testbed, node pemroses paket berbasis eBPF/XDP menunjukkan
peningkatan volume paket yang diterima secara superior. Pada skenario Single
Traffic, performa rata-rata XDP mencapai laju penerimaan paket puncak sebesar
32,349 Mpps, setara dengan rasion efisiensi 103,7% dari capaian framework VPP,
sekaligus melampaui target minimal keberhasilan sebesar 55%. Jika dibandingkan
dengan standard kernel stack yang mengalami saturasi pada 8,429 Mpps, teknologi
XDP memberikan peningkatan throughput sebesar kurang lebih 383%. Melalui log
mpstat, utilisasi CPU terbukti berjalan proporsional terhadap volume trafik tanpa
memaksa core bekerja penuh saat kondisi idle. Karakteristik pertumbuhan kurva
menunjukkan XDP mampu menyamai VPP sejak konfigurasi 4 port pada single
traffic dan 2 port pada skenario Multi Traffic dua arah. Implementasi otomatisasi
terpusat juga berhasil mereduksi waktu operasional (Deployment Time Reduction
Rate) hingga 78% dibandingkan konfigurasi manual.
Sumbangan ilmiah penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam
mendemonstrasikan bahwa optimasi arsitektur in-kernel fast path berbasis eBPF
mampu melampaui performansi teknologi userspace bypass tradisional dalam
menangani penerimaan paket skala besar, serta membuktikan bahwa sistem
jaringan dapat beroperasi secara aman dan efisien.
Perpustakaan Digital ITB