digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) merupakan bagian penting dari sistem transmisi tenaga listrik yang rentan terhadap gangguan sambaran petir, khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia. Konfigurasi geometris menara, konduktor fasa, dan kawat tanah berpotensi menimbulkan gangguan berupa backflashover (BFO) dan shielding failure (SF), sehingga diperlukan sistem proteksi petir yang efektif. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem proteksi petir pada SUTT melalui pemodelan dan simulasi tiga dimensi. Metode Electro-Geometric Method (EGM) dan Collection Volume Method (CVM) digunakan untuk menentukan area lindung terhadap sambaran petir langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa EGM menghasilkan satu nilai kritis berupa jarak sambaran 48,26 m dengan arus puncak 11,26 kA, sedangkan CVM menghasilkan rentang jarak sambaran 52,5–65,2 m dengan rentang arus puncak 6,85–9,85 kA. Kedua metode menunjukkan bahwa konfigurasi SUTT tipe AA+0 masih berpotensi mengalami BFO dan SF karena tegangan lebih yang dihasilkan melebihi Basic Insulation Level (BIL) isolator rantai sebesar 1105 kV dan arus puncaknya melebihi arus minimum terjadinya SF sebesar 5,525 kA. Berbeda dengan EGM yang bersifat deterministik, CVM merepresentasikan hubungan antara arus puncak dan jarak sambaran dalam bentuk rentang probabilistik, sehingga memberikan evaluasi area lindung dan kinerja sistem proteksi petir yang lebih representatif.