Pasien neurokritikal memiliki risiko mortalitas yang tinggi dan membutuhkan
pengambilan keputusan klinis yang cepat. Sistem skor belum selalu mampu
menangkap kompleksitas klinis pasien neurokritikal yang heterogen. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penerapan Machine Learning (ML) dalam model
prediksi mortalitas pasien neurokritikal, mengevaluasi performanya, serta
mengidentifikasi fitur klinis utama yang berkontribusi terhadap prediksi mortalitas.
Penelitian ini menggunakan dataset rumah sakit yang terdiri atas 548 pasien dan
145 variabel awal. Variabel dependen adalah mortalitas selama perawatan rumah
sakit. Dataset diproses melalui pembersihan data, standardisasi, pembagian data
latih dan data uji terstratifikasi, seleksi fitur berbasis Least Absolute Shrinkage and
Selection Operator (LASSO), penerapan model, hyperparameter tuning, analisis
SHapley Additive exPlanations (SHAP), dan evaluasi setiap diagnosis. Model yang
dikembangkan meliputi Logistic Regression (LR), Random Forest (RF), support
vector machine (SVM), decision tree (DT), gradient boosting, Adaptive Boosting
(AdaBoost), dan Extreme Gradient Boosting (XGBoost). Dua skenario pemodelan
dilakukan, yaitu pemodelan dengan seluruh fitur dan seleksi fitur berbasis LASSO.
Pada skenario seluruh fitur, model RF dengan 5 fitur menunjukkan sensitivitas
teringgi, yaitu 0,933, dengan akurasi 0,800, presisi 0,757, F1-score 0,836, dan
ROC-AUC 0,900. Sementara itu, skenario dengan seleksi fitur berbasis LASSO
menghasilkan model SVM dengan 24 fitur memiliki sensitivitas tertinggi, yaitu
0,932, disertai akurasi 0,818, presisi 0,775, F1-score 0,846, dan ROC-AUC 0.875.
Fitur-fitur utama yang berkontribusi terhadap prediksi mortalitas meliputi terapi
suportif, skor Sequential Organ Failure Assessment (SOFA), skor Acute
Physiology and Chronic Health Evaluation (APACHE) II, fungsi ginjal, dan
reaktivitas pupil. Dengan demikian, model pembelajaran mesin sangat berpotensi
untuk membantu identifikasi dini pasien neurokritikal dengan risiko mortalitas
tinggi.
Perpustakaan Digital ITB